Berita

Penetapan Tortor Sombah Warisan Budaya Tak Benda Disambut Positif Pegiat Budaya

SIANTAR, FaseBerita.ID – Penetapan Tortor Sombah sebagai salah satu warisan budaya tak benda asal Sumatera Utara oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, mendapat sambutan positif dari masyarakat Simalungun, terkhusus pegiat budaya.

Dengan penetapan ini, pegiat budaya berharap, ada perhatian yang serius dari pemerintah kepada pegiat budaya yang eksis berkarya untuk melestarikan seni dan budaya.

Sultan Saragih Sumbayak dan Raminah Saragih Garingging dari Sanggar Budaya Rayantara, Jumat(10/10/2019) mengatakan, sebagai insan yang terus berjuang untuk melestarikan budaya Simalungun, termasuk berbagai jenis tortor Simalungun, pihaknya sangat berterimakasih kepada pemerintah dan tentunya hormat kepada semua pihak yang sudah mengusulkan serta melengkapi syarat pengusulan Tortor Sombah sebagai warisan budaya tak benda.

“Kita mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang telah mengusulkan, membantu, menyerahkan serta mendukung hingga Tortor Sombah berhasil ditetapkan WBTB Indonesia 2019. Semoga bisa menyusul tari Simalungun lainnya dalam inventaris Pemajuan Kebudayaan Indonesia,”kata Sultan Saragih.

Melestarikan tortor dan seni budaya lainnya, lanjut Sultan, sudah mulai digalakkan di Siantar melalui program seniman masuk sekolah. Para siswa mendapat pengetahuan secara teori dan praktek dari seniman, terkait budaya termasuk tortor.

“Di beberapa sekolah di Siantar sudah dibuka kelas tortor. Itu merupakan langkah konkrit untuk mentranfer seni tortor kepada generasi muda,”katanya.

Sebagai wujud apresiasi dan sambutan, lanjut Sultan, para pegiat budaya dan bersama 70 panortor akan mempersembahkan Tortor Sombah di Lapangan Parkir Pariwisata Kota Siantar pada Minggu (20/10/2019).

“Kita mengundang secara terbuka semua elemen di Siantar dan Simalungun, untuk menyatakan rasa apresiasi kita atas penetapan ini,” katanya. (esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button