Berita

Penerimaan Siswa Baru SMAN 2 dan SMAN 4 Siantar Sistem Testing

SIANTAR, FaseBerita.ID – Memasuki tahun ajaran baru, SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 4 Kota Pematangsiantar membuka pendaftaran jalur testing yang ditetapkan UPT Dinas Pendidikan Provinsi, Senin (10/5/2019).

Di kota Pematangsiantar, terdapat dua sekolah yaitu SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 2 yang jalur penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan dengan jalur testing dan jalur zonasi. Untuk jalur zonasi terbagi tiga yang pertama zonasi jarak + Nilai, selanjutnya zonasi KTM dan yang terakhir zonasi anak guru.

Firdiansyah, selaku PKS SMA Negeri 4 Kota Pematangsiantar menerangkan, rumus perhitungan zonasi adalah, semakin dekat kediaman anak itu ke sekolah lebih besar peluang si peserta masuk. Karena rumusnya 60 untuk zonasi jarak + 40 untuk Nilai UN.

Disebutkan Firdiansyah bahwa daya tampung untuk tahun ini adalah 10 kelas dengan total siswa 360 orang.
Untuk jadwal pendaftaran yang jalur testing dimulai tanggal 10-12 Juni, selanjutnya testing akan dimulai tanggal 14-15 Juni dan pengumuman hasil testing pada tanggal 18 Juni. Selanjutnya akan dibuka pendaftaran online untuk zonasi. Bagi yang kalah di testing masih bisa mendaftar melalui zonasi.

”Adapun syarat dan ketentuan PPBD online usia maksimal calon siswa baru 21 tahun, kemudian calon siswa yang telah melakukan pendaftaran online wajib melakukan verifikasi dan validasi data ke sekolah pilihan pertama dengan dampingan orang tua/wali pada saat jam kerja,” ujarnya.

Untuk sekolah yang melakukan jalur testing memiliki ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 70. Peserta testing boleh dari wilayah manapun, kemudian sekolah pelaksana testing tidak menerima lagi jalur prestasi.

Sedangkan untuk jalur zonasi yang dipilih berupa jalur zonasi umum jarak tempat tinggal dengan jarak sekolah, selanjutnya jalur zonasi dari keluarga ekonomi tidak mampu dan jalur zonasi anak guru PNS yang mengajar di sekola setempat.

“Pada saat verifikasi dan validasi calon siswa harus membawa foto copy ijazah /SKHUN yang telah dilegalisir sekolah. Kemudian menyerahkan foto copy kartu keluarga dan menunjukkan yang aslinya setelah itu menyerahkan fotocopy KTP orang tua dan menunjukkan aslinya. Calon siswa juga harus menyerahkan akte lahir dan khusus untuk keluarga ekonomi kurang mampu harus menunjukkan KIP Kartu Indonesia Pintar atau Program Keluarga Harapan (PKH),” ujarnya.

“Pada saat testing calon siswa harus memakai pakaian SMP yang rapi dan harus hadir satu jam sebelum pelaksanaan ujian testing di mulai” tegas Firdiansyah. (mag04/pra)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker