Berita

Pencari Ikan Tewas Tenggelam di Danau Siais

FaseBerita.ID – Kejadian nahas menimpa Khairul Aswan (30), salah seorang dari kelompok pencari ikan di Danau Siais, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (14/6) pagi.

Pencari ikan warga Napa, Kecamatan Batangtoru itu tewas karena tidak berhasil ke permukaan setelah menyelam ke danau.

Korban bernama Khairul Aswan (30) itu, awalnya bersama dengan sembilan temannya. Masing-masing yakni Salmansyah Sikumbang (22), Ahmad Harahap (32), Iwal Siregar (36), M Rizal Siregar (34), Anto (22), Daud Sinaga (23), Pariangan Pulungan (38), Anggi Manullang (19) dan Rahmad (26). Mereka semua berasal dari kampung yang sama, Napa, Batangtoru.

Dari Batangtoru, mereka berangkat pada Sabtu (13/6) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Tujuannya ke arah Danau Siais. Dan sampai di sana pukul 01.30 WIB, Minggu (14/6) dini hari. Tepatnya di belakang Rumah Makan Boy.

Kelompok pencari ikan ini turun ke arah danau. Untuk memancing, menjala dan sebagian yang lain menembak ikan.
Dini hari itu, Aswan sudah turun ke dalam danau dan menyelam untuk memperbaiki jala ikan yang menyangkut di kayu. Dan setelah itu, Aswan kembali naik ke permukaan dan memberitahukan kepada teman-temannya yang lain, di lokasi tempat dia mengangkat jala tadi lokasi tepat mencari ikan dengan cara tembak.

Aswan dan temannya bernama Ahmad Harahap pun turun ke air dan menyelam lagi untuk menembak ikan dengan menggunakan peralatan berupa kaca mata air, tembak ikan dan senter mancis.

Tak lama kemudian, Aswan naik ke permukaan dan meminta senter yang lebih terang kepada Ahmad Harahap. Sebab senter mancis sudah mulai redup. Dan selanjutnya kembali menyelam ke dalam air, sementara Ahmad Harahap naik ke daratan dikarenakan senter mancis yang di tangannya tak bisa digunakan lagi sebab cahayanya sudah redup.

Ahmad menuturkan, pada saat itu, Aswan hanya menyelam sendirian di dalam air dan melewati keramba ikan dan masih muncul sekali ke permukaan. Selanjutnya, menyelam lagi hingga akhirnya tak pernah muncul hingga mereka kehilangan sosok itu.

Dalam kondisi kalut. Ahmad Harahap dan temannya yang lain, Pariangan Pulungan masih melakukan pencarian terhadap Aswan di dalam air danau. Tetapi tidak ada hasil. Kelompok pencari ikan ini kemudian melaporkan peristiwa itu pada warga sekitar.

Dibantu masyarakat sekitar, pencarian pun dilakukan. Hingga sekitar pukul 07.30 WIB. Rekan Aswan yang lain, Salmansyah Kumbang melihat tubuh korban di dasar danau dengan kedalaman sekitar tiga meter. Dan dievakuasi bersama-sama ke daratan. Yang tak jauh dari lokasi penemuan tadi.

Kondisinya sudah kaku. Tak bernafas lagi. Mengeluarkan darah encer dari hidung, mata dan mulut. Mereka pun menghubungi keluarga di Napa Batangtoru, dan melakukan penjemputan.

“Dalam satu kali penyelaman ke dalam air, dia memerlukan waktu sekitar dua menit dan lokasi permukaan air pada saat ditemukan itu di dasar air terdapat tanaman eceng gondok,” terang Kapolsek Batangtoru, AKP Abdi Abdillah SH merunut penuturan saksi-saksi.

Polisi pun telah membawa jasad itu untuk dilakukan Visum Et Repertum. Di Puskesmas Batangtoru. Secara pemeriksaan luar tubuh korban ini, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban tewas tenggelam setelah kehabisan oksigen dan gagal naik ke permukaan air saat menyelam ke dasar danau. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button