Berita

Penambangan Ilegal di Sungai Batang Natal Potensi Bencana Kesehatan

FaseBerita.ID – Saat ini, sedikitnya ada 30 unit alat berat jenis Excavator beroperasi di Daerah Aliran Sungai Batang Natal, tepatnya di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Mesin penggali itu mengeruk bebatuan dari Daerah Aliran Sungai Batang Natal untuk diekstraksi menggunakan bahan kimia dan menghasilkan bijih emas. Dan itu menjadi bagian operasi tambang emas ilegal yang berpotensi menyebabkan bencana alam dan kesehatan.

Seorang pemerhati lingkungan Mandailing Natal, Akbar Azandi Lubis menuturkan, Excavator itu berjumlah sekitar 32 Unit, dan merupakan milik pengusaha dan juga ada merupakan politisi lokal. Operasi tambang emas ilegal di sungai dengan menggunakan alat berat ini baru dua tahun belakangan berlangsung.

Umumnya, selama ini masyarakat menggunakan mesin generator bermerek Dong Feng untuk menarik, menyedot bebetauan yang telah dipecah di dasar sungai dan daerah bantaran sungai.

Material yang mengandung mineral emas ini nantinya kemudian disaring di mana dalam saringan ini telah ada zat kimia bahkan menggunakan logam cair Merkuri, sebagai zat yang menangkap bijih emas.

Untuk teknik produksi bijih emas tidak berbeda jauh dengan yang menggunakan Excavator sebagaui alat penggalian. Hanya saja, jumlah dan kerusakan yang timbul lebih masif dalam proses tambang menggunakan Excavator ini, dibanding menggunakan dong feng.

“Ini menjadi perhatian lingkungan di mana akhir-akhir ini juga banyak kasus kelainan kelahiran bayi di beberapa wilayah di Kabupaten Mandailing Natal. Namun faktanya, operasi tambang emas dan diduga kuat secara ilegal beroperasi di sungai yang bermuara ke laut lepas Samudera Hindia itu. Di antara pemilik bachoe (alat berat) itu juga diduga ada politisi lokal Madina. Operasi tambang di sungai menggunakan bachoe ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan ini, namun lebih parah di akhir-akhir ini hingga mencapai sebanyak 32 unit,” kata Akbar, Sabtu (9/5) kemarin.

Akbar kemudian meminta aparat kepolisian untuk menindak setiap perbuatan ilegal yang ada di sana. Begitu juga, kepada Pemerintah Daerah agar tidak tutup mata dan membuat satu tindakan untuk mencegah kerusakan alam yang timbul.

Batang Natal dalam Sorotan Doni Monardo

Kepala BNPB Letjend Doni Monardo dalam kunjungannya ke Madina beberapa waktu lalu menuturkan, bila kedatangannya ke kabupaten ini merupakan tindaklanjut menampung aspirasi dari peserta rakor beberapa waktu lalu di Jakarta, dan BNPB Pusat memiliki tanggung jawab serta kewenangan untuk melakukan upaya tentang kebencanaan mulai dari pencegahan hingga rekonstruksi. Di anataranya dugaan dampak merkuri terhadap ibu hamil di mana logam berbentuk cair itu banyak dimanfaatkan sebagai pemisah bijih emas pada pertambangan rakyat dan tanpa izin di Kabupaten Mandailing Natal.

Beberapa kasus yang menarik kesimpulan, pertama pada 21 November 2013 di Kelurahan Dalan Lidang, Kota Panyabungan, bayi perempuan terlahir dengan diagnosa Omphalocele (usus atau organ-organ perut lain keluar dari pusar) kondisi terakhir meninggal, setelah seminggu dirawat RSU Adam Malik Medan.

Pada 2017 di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, bayi laki-laki terlahir dengan diagnosa Anencephaly (cacat tabung saraf sebagian otak diluar tempurung kepala dan tengkorak kepala tidak lengkap) kondisi terakhir meninggal satu jam setelah lahir.

Selanjutnya yang paling menggemparkan pada 13 September 2018, di Kelurahan Kayu Jati, Kota Panyabungan bayi perempuan terlahir didiagnosa Cyclopian (bermata satu kegagalan prosencephalon embrionik untuk membagi orbit mata menjadi dua rongga) kondisi terakhir meninggal tujuh jam setelah lahir di RSUD Panyabungan.

Pada 10 Maret 2019 Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, bayi terlahir Anencephaly, (otak berada diluar tempurung kepala/tanpa sebagian otak dan tengkoraknya, jenis cacat tabung saraf) kondisi terakhir meninggal 4 jam setelah lahir di RSUD Panyabungan. Dan pada Agustus 2019 di Desa Sihepeng Dua, Kecamatan Siabu bayi perempuan terlahir omphallocele ( usus atau organ-organ perut lain keluar dari pusar), meninggal 15 menit setelah lahir di Puskesmas Kecamatan Siabu.

Selanjutnya pada 10 November 2019 lalu di Desa Simpang Durian, Kecamatan Lingga Bayu, bayi perempuan terlahir dengan diagnosa Grastroschisis (posisi usus diluar perut) kondisi terakhir meninggal setelah dirawat 3 hari di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil, Padang, Sumbar. Serta terakhir pada 18 Nopember 2019 Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, bayi perempuan terlahir Anenchepali (otak di luar tempurung kepala) kondisi terakhir meninggal 7 jam setelah lahir.

“Saya sekalian kembali menyampaikan kepada bapak Bupati (Dahlan Nasution), itu saya menyaksikan di peta google maps, bantaran sungai sudah menjadi lebar karena tertutupi sedimen. Sedimen itu sangat mungkin terjadi berasal dari tambang tambang liar itu. Apa yang terjadi?. Ketika sedimen itu turun ke sungai, ketika air hujan cukup tinggi, air yang seharusnya melewati sungai yang telah tertutupi sedimen dan terjadi pendangkalan bahkan dasarnya sama dengan daratan. Maka sangat wajar jika terjadi bencana banjir, karena air itu sifatnya akan selalu mencari dataran yang lebih rendah,” kata perwira tinggi bintang tiga yang genap berusia 57 tahun ini (san)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close