Berita

Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor Sinergi Sukseskan Pilkada Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID– Ditunda atau ditetapkannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia, Pemuda Muhammadiyah Kota Pematangsiantar dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pematangsiantar sepaham untuk mematuhi keputusan pemerintah.

Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Pematangsiantar Aris SH dan Ketua GP Ansor Pematangsiantar Ridwan Akbar M Pulungan didampingi anggota masing-masing, Sabtu (26/9) malam, di Warung Kopi Sukses, Jalan Jawa.

“Pertemuan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor malam ini adalah untuk membangun silaturrahim antar organisasi sekaligus membangun kesepahaman untuk sukseskan Pilkada di Kota Pematangsiantar,” sebut Akbar yang diamini oleh Aris.

Sebagai pemuda, sambung Akbar, mereka siap membantu pemerintah menyukseskan Pilkada yang akan dihelat di tengah pandemi Covid-19 ini. “Kita siap menyukseskan Pilkada Kota Pematangsiantar. Kita siap menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada,” tegas Akbar.

Aris menambahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pesta demokrasi juga telah membuat Pakta Integritas kepada calon kepala daerah masing-masing, yang berisi tentang kewajiban mematuhi protokol kesehatan, di antaranya wajib menjaga jarak, memakai masker, dan tidak melakukan kampanye dengan mengundang kerumunan massa.

“Kami pikir, Pakta Integritas tersebut adalah salah satu solusi untuk menekan penyebaran pandemi selama tahapan Pilkada,” sebut keduanya.

Menanggapi soal pemilihan kotak kosong, Akbar dan Aris juga sepakat bahwa hal tersebut adalah sah-sah saja. Mengingat memilih kotak kosong juga bagian dari demokrasi. “Memilih kotak kosong adalah bagian dari demokrasi. Tapi, mengampanyekan atau mengajak orang lain untuk memilih kotak kosong, itu yang tidak boleh,” sebut Akbar.

Akbar menegaskan, siapa pun yang mendukung pasangan calon (Paslon) atau siapa pun yang memilih kotak kosong, harus tetap mengutamakan Kebhinekaan. Jangan sampai terpecah karena berbeda pilihan. Jangan jadikan perbedaan sebagai media perdebatan. Perbedaan harus kita jadikan kekuatan untuk memperbaiki Kota Pematangsiantar.

“Ke depan, Pemuda Muhammadiyah Kota Pematangsiantar dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pematangsiantar akan tetap bersinergi mengawal dan mengkritisi kebijakan kebijakan yang diambil pemerintah Kota Pematangsiantar demi terwujudnya kota yang lebih baik,” pungkas Aris.(Ann/fi)





Back to top button