Berita

Pemkab Labuhanbatu Ingin Tahapan Pemilu Dibatasi Waktu 8 Jam

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menginginkan tahapan pemilihan umum atau pemilu mendatang berjalan sesuai jam kerja pada umumnya, untuk menghindari potensi korban meninggal dunia maupun sakit.

“Yang layak itu dalam bekerja tidak boleh melebihi dari waktu 8 jam dan membuat regulasi daripada penyelenggara pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS) hingga ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” kata Pelaksana tugas Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, Sabtu (27/4).

Hal ini disampaikan Andi Suhaimi Dalimunthe dalam menyikapi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) warga Kabupaten Labuhanbatu bernama Eva Arnaz yang meninggal dunia akibat kelelahan usai pemungutan suara, Sabtu (20/4).

Ia menjelaskan, pembatasan jam kerja dalam Pemilu dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja, sehingga petugas penyelenggara pemilhan dapat beristirahat dan menjalankan tugasnya kembali apabila proses tahapan Pemilu belum selesai.

Secara teknis, kata dia, Komisi Pemilihan Umum KPU Kabupaten Labuhanbatu sudah berupaya optimal dalam rekapitulasi suara Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD berjalan dengan baik.

Menurutnya, Pemilu secara serentak 2019 ini memang menguras tenaga dan pikiran pemerintah dan masyarakat.

iklan usi

1 2Laman berikutnya


Back to top button