Berita

Pemkab Asahan Diminta Jemput Warganya di Malaysia

FaseBerita.ID – Ratusan bahkan ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran khususnya yang berasal dari Kabupaten Asahan di Malaysia saat ini terancam kehidupannya. Selain mengalami kelaparan, mereka juga tak bisa kembali dari negeri jiran akibat masih melandanya Covid-19 hingga akses keluar masuk negara itu terbatas.

Hal ini mengakibatkan keluarga mereka di Kabupaten Asahan resah, dan meminta kepada pemerintah Kabupaten melalui Bupati agar segera mengirimkan misi kemanusiaan untuk menjemput anggota keluarga mereka di sana.

Permintaan itu disampaikan warga melalui aksi unjukrasa yang digelar di kantor Bupati Asahan, Senin (10/8).

“Tolong lah pak, pakai kekuatan pemerintah jemput keluarga kami di sana. Mereka sudah terancam tak makan, tak bisa pulang karena tak lagi kerja,” kata seorang ibu sambil menggendonng anaknya menyampaikan keluhan atas apa yang menimpa suaminya di sana.

Sementara itu, Indra Ringo salah yang menjadi koordinator aksi dalam aksinya itu menyampaikan pemkab Asahan harus melaksanakan penjemputan gelombang berikutnya yang sudah mereka janjikan setelah gelombang penjemputan 125 orang tahap pertama dilakukan pada bulan Juli lalu.

“Saya dimintai oleh Pemkab Asahan untuk mendata kawan kawan yang ada di Malaysia. Jumlahnya ada sekitar 1200 orang. Janji bakal dipulangkan secara bertahap rupanya tak ada lagi penjemputan,” sesal Indra.

Atas kondisi itu, membuat ia selalu diterror dan dihubungi beberapa rekan rekan yang sampai saat ini masih berada di Malaysia karena Pemkab Asahan tak pernah lagi melakukan penjemputan TKI yang sisa masih terdata dan berharap dipulangkan disana.

Jika Pemkab Asahan benar benar tak sanggup, Indra meminta pemkab Asahan membuat satu surat pernyataan bahwa kegiatan penjemputan TKI sudah dihentikan hingga pihaknya bisa menghimpun swasta yang bersedia membantu kepulangan mereka.

“Kami minta sepotong surat kalau Pemkab Asahan ini tak lagi menjemput kawan kawan kami disana. Agar kami bisa mencari pihak swasta yang bersedia membantu,” ujarnya.

Sekian menit menyampaikan orasinya, para pendemo kemudian diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan Rahmad Hidayat Siregar. Sempat terjadi ketegangan adu mulut antara pendemo dan Kadis Kominfo saat mereka saling berbalas jawab, dimana intinya Pemkab Asahan tak lagi melakukan penjemputan terhadap sisa TKI yang saat ini masih berada di Malaysia.

Pernyataan itu tak membuat para pendemo ini puas. Hingga berita ini ditulis mereka masih menunggu jawaban yang memuaskan dan bertemu Bupati Asahan dan masih bertahan di halaman kantor Bupati Asahan. (per/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button