Berita

Pemilik Eva Salon Siantar Ditemukan Gantung Diri

FaseBerita.ID – Warga di sekitar Jalan Cipto Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Barat, Senin (10/03) sekira pukul 13.00 Wib mendadak heboh.

Lantaran Pemilik Eva Salon ditemukan gantung diri di toko salon miliknya yang beralamat di Jalan Cipto Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Barat.

Korban diketahui bernama Eva Wiliani (40) warga Huta III, Silomanik Dusun III Kebupaten Simalungun. Dimana janda beranak dua itu mendadak ditemukan dalam posisi gantung diri tanpa mengenakan celana.

Menurut keterangan yang didapat wartawan dari anggota korban Bernama Cindy, saat diwawacarai wartawan menyebutkan ia dan korban terakhir berkomunikasi melalui esan WhatsApp tepatnya pada tanggal 7 Maret 2020 siang.

“Terakhir Tanggal 7 Maret kami komunikasi bang, soalnya mulai dari tanggal 1 Maret salon sudah mulai ditutup. Lantaran baru siap pesta persunatan anak kakak itu,”, beber Cindy.

Lebih lanjut Cindy menerangkan ia berkomunikasi dengan korban terkait sisa gaji bulanan yang belum dibayarkan.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, awalnya penemuan itu lantaran dari dalam ruko bercat warna biru itu mengeluarkan bau busuk sehingga mengundang perhatian warga setempat.

Salah seorang warga yang mencoba menghubungi Personel Polsek Siantar barat untuk turun di TKP.

Seterusnya Pihak Polsek Siantar Barat yang berkerja sama dengan pihak Inavis Reskrim Polres Pematang Siantar mengevakuasi korban dan membawa ke ruang forensik RSUD Djasamen Saragih kota Pematang Siantar.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Siantar Barat Ipda Jhon Purban saat diwawancarai wartawan tepatnya di Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih kota Pematang Siantar, menyebutkan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sementara itu pihak keluarga korban juga meminta agar tidak di otopsi.

Terpisah Bejok yang merupakan Abang sepupu korban saat diwawancarai wartawan ruang forensik RSUD Djasamen Saragih mengatakan, korban diketahui depresi karena pengaruh ekonomi.

“Pengaruh ekonomi dia itu bang, kan banyak yang dia biayai seperti anaknya yang masih sekolah,” kata Bejok.

Sementara itu Bejok dan keluarga lainnya meminta pihak kepolisian agar tidak di otopsi lagi. Dikarenakan menurut mereka korban murni gantung diri. (ck03/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button