Berita

Pembunuhan Siswi MTsN Tanjungbalai Dibekap Bantal Lalu Diperkosa

FaseBerita.ID – Pra rekonstruksi pemerkosaan dan pembunuhan seorang siswi MTsN yang terdiri dari 10 adegan, korban dibekap dengan bantal kemudian diperkosa.

Korban Nadia (14), ditemukan ibunya Nurasiah dalam kondisi meninggal di kamarnya Sabtu (7/3) sekira pukul 07.00 Wib. Pagi itu, kondisi korban ditemukan acak acakan. Meski memakai baju namun tidak memakai celana, sementara di bagian muka ditemukan lebam dan di bagian leher terlihat memar.

Atas penemuan itu warga Jalan Sei Kedaung Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, geger. Ibu korban histeris saat hendak membangunkan siswi Kelas IX, Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTsN) tersebut.

“Tadi ibunya ingin membangunkan korban untuk berangkat sekolah. Namun tidak ada respons. Setelah tubuh korban diangkat, baru diketahui kalau Nadia sudah tidak bernyawa. Melihat hal itu ibu Nurasiah langsung histeris menjerit minta pertolongan kepada warga,” ujar Heri yang mengaku sebagai paman korban di lokasi kejadian.

Tidak lebih dari 24 jam, polisi berhasil menangkap tersangka yang tidak lain merupakan tetangganya. Polisi kemudian melakukan 10 adegan pra rekontruksi.

Orangtua dan korban menonton televisi pada tanggal 6 Maret 2020 sekira pukul 23.00 WIB di ruang ramu. Tidak berapa lama korban pindah ke kamarnya yakni di kamar bagian depan.

Sabtu tanggal 7 Maret 2020 sekira pukul 00.00 Wib, ada seorang anak atas nama Ijal yang juga merupakan keluarga korban dan kebetulan bertempat tinggal di samping rumah korban datang mengunjungi rumah korban seorang diri adapun maksudnya yaitu untuk meminta lauk dan nasi sembari membawa piring dan sendok masuk ke rumah korban melalui pintu depan sembari mengucap salam sesampainya di dalam rumah korban lalu berkata kepada Nur Asiah “kak  ada lauk” Nur Asiah menjawab ada ambil di dapur mendengar perkataan tersebut maka ia pun bergegas menuju dapur sambil membawa piring dan sendok yang dipegangnya pada saat berjalan menuju dapur Ijal sempat melihat korban Nadia sedang tidur di kamarnya.

Pelaku diketahui tinggal di rumah Utsman Sinaga yang merupakan pamannya dan juga orang tua dari Raya MHD Sinaga orang tua dari korban. Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat pergi ke warnet dan pulang menuju rumah Utsman Sinaga sekitar pukul 04.00 WIB.

Sesampainya di depan rumah tersebut timbul niat pelaku untuk menyetubuhi korban dengan menuju samping rumah Utsman Sinaga dan mengambil sebuah sendok semen. Setelah mengambil sendok semen maka pelaku menuju pintu belakang rumah korban dan membuka pintu belakang rumah tersebut dengan cara mencongkelnya.

Dengan menggunakan sendok semen tersebut pintu berhasil dibuka. Kamar korban tidak ditutup dengan daun pintu melainkan hanya menggunakan horden saja. Melihat keadaan Nadia sedang tidur di atas springbed, pelaku kemudian merebahkan dirinya tepat di samping korban lalu setelah itu mengambil bantal yang terletak di samping springbed.

Setelah mengambil bantal tersebut maka pelaku pun langsung bangkit dan membenamkan bantal tersebut ke wajah korban sehingga menutupi seluruh bagian wajah korban. Akibatnya korban sempat terbangun dan meronta sembari melakukan perlawanan. Karena melihat korban meronta maka pelaku mengalih tangan kirinya ke arah leher korban lalu mencekik. Tidak lama kemudian, pelaku pun memukul bagian pipi korban dengan menggunakan tangan kanan dan korban tidak melakukan perlawan lagi. Pelaku kemudian mencabuli korban.

Pantauan wartawan di lokasi pra rekontruksi yang lakukan Tim Inafis Polres Tanjungbalai yang di perankan langsung tersangka “SY” di lokasi rumah korban yang berada di Gang Peringgan,Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Rafi Pinarki SH menjelaskan pihaknya melakukan pra rekontruksi pembunuhan “N” dengan diperankan tersangka “SY”.

Ada sepuluh adegan yang diperankan tersangka, membunuh dan memperkosa korban. “Untuk sementara motif tersangka dikarenakan hasrat terpendam kepada korban, namun motif-motif lain masih kita dalami lagi.” tutup kapolres. (ck04/CK02/rah)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close