Berita

Pembunuh Uwan Dinyatakan Gila, Istri Korban: Anakku Kehilangan Ayah, Aku Tak Percaya Dia Gila

SIANTAR, FaseBerita.ID – Setelah sekian lama mendekam di balik jeruji besi atas kasus pembunuhan Viky Erwanto Damanik atau Uwan (31) pada Oktober 2019 lalu, pihak kepolisian akhirnya mengumumkan kalau pelaku Suheri Sihombing (32) mengalami gangguan kejiwaan atau gila.

Hasil tes itu membuat istri korban, Imelda Margaretha Purba merasa terpukul. Ia menangis mengingat kematian suami yang sangat ia cintai meninggal sia-sia di tangan orang yang seperti itu. Ia bahkan tidak percaya atas hasil yang disebutkan pihak kepolisian.

“Aku nggak percaya bang. Saya sebagai istri korban tidak percaya hasil itu,” kata Imelda kepada wartawan, Jumat (7/2).

Dia meminta agar pihak kejaksaan dan polisi serius mempelajari kasus yang menewaskan suaminya itu.

“Saya yakin pelaku tidak gila. Mungkin dia dendam kepada almarhum suami saya. Karena sekitar seminggu setelah kejadian, ketika polisi mempertemukan saya dengan pelaku di ruang tahanan Polres, saat itu tersangka mengatakan kepada saya, kalau dia difitnah. Nah, yang jadi pertanyaan, apa mungkin orang gila bisa ngomong kalau dia difitnah dituduh membunuh? Saya berharap polisi dan jaksa benar-benar bekerja, memakai hati nurani untuk menangani kasus ini,” tegas Imelda.

Hingga saat ini, keluarga korban masih belum sanggup menerima kepergian korban, karena kasus itu dianggap masih misterius.

Apalagi sampai empat bulan setelah kejadian, masih belum ada kepastian hukum terhadap pelaku.

“Kami begitu berat menjalani hidup ini karena kehilangan sosok orang yang sangat kami kasihi. Siapa pun orang-orang yang terlibat di dalamnya, saya meminta kepada aparat penegak hukum agar mengungkap kasus ini. Biar suami ku tenang di surga sana,” ujar wanita dua anak itu.

Sebelumnya, Kanit Jatanras Polres Pematangsiantar Ipda Wilson Panjaitan, Jumat (7/2) mengatakan, Suheri Sihombing (32) warga Jalan Pane, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, dinyatakan mengalami gangguan jiwa setelah diperiksa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Medan.

“Ia benar, tersangaka (Suheri Sihombing,red) ternyata mengalami gangguan jiwa setelah diperiksa di RSJ Medan,” kata Ipda Wilson.

Tersangka, kata Wilson, akan dibawa ke RSJ Medan untuk tindakan selanjutnya.

“Nanti kita konsultasi sama pihak Kejaksaan bagaimana tindakan seterusnya,” ujarnya singkat.

Jaksa Kembalikan Berkas ke Polres

Sementara, dalam proses penyelidikan kasus pembunuhan sadis itu, pihak Kejaksaan Negeri Siantar telah mengembalikan berkas tersangka guna penyelidikan lebih lanjut oleh tim penyidik.

Hal itu disampaikan Kristianto selaku Jaksa pertama yang menangani kasus ini saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (7/2) sore.

“Berkas itu telah kita kembalikan ke pihak penyidik Polres Siantar,” katanya.

Kristianto juga membenarkan adanya hasil pemeriksaan dari RSJ Medan atas kejiwaan tersangka. Pihaknya telah menerima hasil tersebut dari pihak kepolisian.

“Hasilnya itu sudah ada, yang menyatakan tersangka mengalami gangguan jiwa,” sebutnya.

Jaksa juga memberikan sedikitnya dua pentunjuk kepada pihak kepolisian dalam kasus ini.

“Kita kasih petunjuk bagi pihak penyidik untuk dipenuhi. Tetapi pihak kepolisian lah, apa sanggup memenuhi pentunjuk itu atau tidak,” ujarnya.

Saat dipertanyakan kira-kira apa petunjuk dimaksud, Kristianto menolak untuk mempublikasikannya.

“Soal itu tidak bisa kita publikasikan. Itu hanya intern penyidik dengan Jaksa,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku Suheri Sihombing dengan sadis membunuh korban Vicky Erwanto Damanik alias Uwan. Pelaku merupakan mantan Satpam SD Kalam Kudus Kota Siantar.

Dia ditangkap awal Oktober 2019 lalu di depan arena Pasar Malam GOR saat mengendarai sepedamotor.

Kepada polisi, pelaku mengatakan motifnya membunuh korban karena tersinggung dengan tatapan mata korban. Pelaku yang saat itu tidak mengenal siapa korban mengaku mendapat bisikan dari mahkluk gaib untuk membunuh korban.

Saat mendapat bisikan dari mahkluk goib itu, pelaku langsung menancapkan sebilah kris ketubuh korban yang selalu dibawa pelaku,” kata Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono, saat itu.

Awalnya, korban berhenti di warung bandrek dan memesan mie untuk dimakan bersama rekannya. Tak berselang berapa lama, pelaku juga datang ke warung dan memesan mi untuk dimakannya.

Pelaku yang duduk berhadap-hadapan dan saling tatapan, membuat dirinya mendapat bisikan dari mahkluk goib untuk membunuh korban. Akibatnya korban mengalami luka tusukan sebanyak 7 liang.

Nur menuturkan proses hukum lebih lanjut pihak Polres Siantar akan memeriksa fisikolog pelaku.

“Nanti akan kita periksa kejiwaan pelaku,” ujarnya.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepedamotor Honda Vario BK 5164 TAJ, kris dan baju pelaku. Pelaku diancam Pasal 365 Ayat 3 Jo Pasal 338 KUHP pidana dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang wanita merupakan tetangga pelaku yang namanya tak ingin disebutkan mengatakan pelaku sebelumnya pernah bekerja sebagai Satpam di salahsatu sekolah di Pematangsiantar.

Namun, sejak pelaku tidak bekerja lagi sebagai satpam, pelaku memilik jiwa yang tempramental.

“Belakangan ini aja dia tempramental bang, sejak tidak bekerja,” ujarnya, Selasa (2/10/19).

Sejak pelaku mengalami tempramental, dia juga sering memukul istri dan kedua anaknya, bahkan ibunya sendiri.

“Sejak dia sering mengamuk di rumahnya, dia mau mukul istri dan ibunya. Mereka tidak tinggal satu atap lagi bang,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa pelaku pernah belajar ilmu kebal. Namun, saat belajar ilmu kebal tersebut, ia berubah menjadi orang yang tempramental. (Mag-03/des)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close