Berita

Pembunuh Driver Ojol di Percut Seituan Diduga Suami Siri Korban

FaseBerita.ID – Hingga kemarin (4/9), pelaku pembunuhan driver ojek online (ojol) Fitri Yanti (44) yang ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher di semak-semak, Jalan Mahoni Pasar 2 tanah garapan, Desa Bandar Klippa, Percut Seituan, belum berhasil dibekuk. Namun saat ini, polisi tengah memburu suami siri korban, berinisial FP.

“Dugaan sementara, (pelaku) suami sirinya (FP),” ujar Kapolsek Percut Seituan, AKP Ricky P Atmaja, Jumat (4/9).

Dijelaskan AKP Ricky, korban dan suami sirihnya FP sudah berumah tangga sekitar 3 tahun, dan belum memiliki anak. Sedangkan korban dari suami pertamanya sudah memiliki 3 anak.

“Keterangan keluarganya, korban selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia. Sebab, korban sering bertengkar dengan FP yang tinggal di Pasar V Tembung,”terang Ricky.

Saat ini, sambung Kapolsek Percut Seituan, pihaknya masih mencari FP hingga keluar kota.

“Dalam kasus ini, kami dibantu Satreskrim Polrestabes Medan. Mohon doanya agar pelaku bisa diungkap,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Fitri Yanti ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah di parit kawasan Jalan Mahoni Pasar 2 tanah garapan Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Minggu (30/8) pagi. Bahkan, terdapat luka sayatan di leher warga Jalan Bromo Gang Bahagia, Medan Area ini.

Mayat perempuan itu ditemukan warga sekitar tempat kejadian perkara dengan posisi dalam keadaan telungkup. Dalam hitungan menit, warga langsung berkerumun. Tak lama, petugas dari Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat kabar tiba di lokasi kejadian.

Kepala Lingkungan III, Kelurahan Tegal Sari II, Medan Area, Abdul Kadir (49) membenarkan mayat perempuan itu adalah warganya.

“Dia (korban) seorang janda yang memiliki dua orang anak, tinggalnya tak jauh dari kantor Lurah Tegal Sari II,” ucapnya.

Kata Abdul, kesehariannya korban berjualan makanan kecil-kecilan. Dalam hidup bermasyarakat, korban sifatnya yang baik, ramah dan supel.

“Korban orang baik, dia hanya pedagang kecil-kecilan di rumahnya. Satu anaknya sudah berumah tangga, sedangkan satu lagi masih gadis. Harapannya tentu polisi dapat segera mengungkap dan menangkap pelakunya,” tandas Abdul. (ris/han)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button