Berita

Pemberian Remisi Nyaris Batal!! Bupati Bakhtiar: Ada si NH?

TAPTENG, FaseBerita.ID – Pemberian remisi secara simbolis pada perayaan HUT ke-74 RI di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bagi warga binaan Lapas Klas II A Sibolga nyaris batal. Pasalnya, Bupati Tapteng menyatakan tidak ingin menyampaikan pemberian remisi secara simbolis itu bila di antaranya terdapat nama yang diduga bandar narkoba mendapat remisi.

“Ada si NH (diduga bandar narkoba, red) itu ikut diberi remisi? Kalau ada saya tidak mau mengasikan,” ucap Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat hendak menyampaikan pemberian remisi secara simbolis bagi warga binaan Lapas Klas II A Sibolga di lapangan sepakbola Pandan, usai upacara pengibaran bendera, Sabtu (17/8/2019).

Sementara, Revin Tua Simanullang Kasi Binadik yang mewakili Mulyadi, Kalapas Klas II A Sibolga yang mendapat pertanyaan Bupati Tapteng saat itu menyampaikan bahwa nama NH tidak termasuk dalam penerima remisi itu. Selanjutnya Bupati Tapteng pun bersedia menyampaikan remisi itu kepada perwakilan warga binaan Lapas Klas II A Sibolga.

Usai menyampaikan remisi, bupati kepada para awak media mengatakan bahwa sejatinya remisi saat HUT RI merupakan hak dari warga binaan. Namun menurutnya, pemberian remisi bagi bandar narkoba tidak tepat bila dilakukan karena telah merusak bangsa dan generasi bangsa.

“Remisi ini adalah hak warga binaan, namun melihat remisi ini kami hanya mengingatkan, saya ingatkan Kalapas (Mulyadi) jangan mengusulkan remisi bagi bandar narkoba di Sibolga dan Tapanuli Tengah ini. Saya sampaikan Menkumham tolong dipertimbangkan memberikan remisi tapi kalo kasus-kasus lain silahkan, kalau narkoba ini sudah merupakan musuh bangsa, sudah merusak sendi-sendi bangsa,” ujar Bakhtiar.

“Jangan ada orang yang sudah 2 kali, 3 kali keluar masuk penjara kasus narkoba, lantas dikasi lagi remisi, apalagi bandar,” katanya.

Bakhtiar juga menegaskan, bahwa ia akan melakukan pengecekan apakah napi atas nama NH di Lapas Sibolga mendapat remisi atau tidak.

“Kalau ini ada remisi, saya akan minta dicek Kalapas Sibolga, saya akan minta dicopot Kalapas Sibolga (Mulyadi,red), siapa yang mengusulkan ini harus di periksa, karna sudah berapa kali keluar masuk penjara kasus narkoba,” ucapnya.

Bakhtiar juga menuturkan, telah memiliki bukti video seseorang yang mengaku dihubungi NH terkait kasus narkoba salah satu di Kota Sibolga.

“Saya punya bukti pengakuan orang punya hendphone, NH menghubungi seseorang, untuk mengurus seseorang, saya punya bukti. Tapi benar atau tidak pengakuan seseorang itu, itu urusan dia. Tapi itu pengakuan di mobil, divideokan, anda jangan coba-coba, saya punya bukti, saya akan kirim ke Menkumham dan di Komisi DPR RI yang bersangkutan,” tegasnya.

“Jadi jangan coba-coba Kalapas main-main, kalo memang ini nanti saya cek ada diusulkan remisi atau pembebasan bersyarat, saya minta Kalapas Sibolga dicopot dan diperiksa, kita minta KPK minta periksa harta kekayaan Kalapas dan jajaran,” ketusnya.

Untuk itu, kata Bakhtiar, demi kepentingan bangsa dan anak-anak bangsa kedepan, Menkumham diminta agar tidak memberikan remisi bagi Napi kasus narkoba yang telah berulang kali keluar masuk penjara.

“Jangan coba-coba, dan saya minta kepada Menteri Hukum dan HAM, ini kepentingan bangsa dan anak-anak bangsa kedepan, orang-orang harus bertanggungjawab atas perbuatannya, kalo kasus lain silahkan, kalo mungkin baru pertama, mungkin ada perbaikan, tapi kalo udah 2, 3 kali keluar bandar narkoba kasusnya, itu tidak ada alasan pemaafan,” katanya.

“Persoalan Kalapas terlibat atau tidak itu nomor 10 bagi saya, saya tidak urusan itu, itu urusan Mengkumham dan pihak kepolisian. Namun, kalo ini diusulkan sudah 2, 3 kali keluar masuk penjara kasusnya bandar narkoba, kita perlu tanda tanya, kenapa diusulkan?” ucap Bakhtiar.

Selain itu, Bakhtiar juga meminta Kalapas Sibolga agar benar-benar dalam koridor dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti NH beberapa kali keluar dari Lapas.

Saya ulangi, si NH itu tidak ada apa-apanya, umurnya pun baru seberapa. Cuma, kehebatan ini juga harus saya cek.

Kenapa bisa beberapa kali kasus narkoba, bahkan dulu pernah sampai dikejar-kejar polisi, kalau ini sempat keluar dalam tahun ini hukumannya masih begitu, kami minta agar Kalapas Sibolga diperiksa, hati-hati Kalapas saya lahir dan besar di Tapanuli Tengah dan Sibolga ini. Dan kami lagi mengumpulkan bukti, dan pengakuan-pengakuan, berapa kali si NH keluar dari penjara, jangan main-main,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, pasca penangkapan terduga Bandar Narkoba berinisial DD di Kota Sibolga yang dilakukan Satres Narkoba Polres Sibolga, Kamis (18/7/2019) lalu, heboh berita beberapa media bahwa DD diduga dapat barang haram dari dalam Lapas Klas II A Sibolga.

Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani yang mendapat informasi itu mengaku berang dan meminta Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) untuk menurunkan tim menyelidiki dugaan adanya bandar narkoba dalam Lapas Sibolga yang berada di wilayah Kabupaten Tapteng itu.

“Saya juga minta Menkumham turunkan tim untuk ini, BNN turun, khusus di Lapas Sibolga, apa kejadian di sana? Karena menurut keterangan tersangka (DD,red) yang ditangkap itu kepada Jamil Zeb Tumori seperti kita baca di media, bahwa barang haram itu, narkoba diterima dari Lapas bandarnya,” ujar Bakhtiar, Jumat (19/7/2019).

Dia juga menuturkan bahwa telah mendapat kabar bahwa yang diduga Bandar Narkoba di Lapas Sibolga itu berinisial NH.

“Ini saya ada mendapat kabar, benar atau tidak biar kepolisian yang membuktikan, ini diduga berinisial NH yang bandar di dalam Lapas, yang konon katanya, kami dapat informasi bahwa orang dalam penjara ini luar biasa hebatnya. Saya sudah sampaikan kepada kepolisian siapa bandar didalam itu, lalu kenapa bisa beroperasi di dalam?” ucapnya. (dh)

iklan usi



Back to top button