Berita

Pembelajaran kembali dari Rumah: Surat Edaran Bupati Humbahas Bertahan Sepekan

FaseBerita.ID – Setelah sempat memperbolehkan pembelajaran tatap muka selama sepekan di sekolah tingkat SMP/MTs pada pembukaan tahun ajaran baru tanggal 13 Juli lalu, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akhirnya kembali menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi seluruh sekolah di daerah itu, Senin (20/7) sampai batas waktu yang ditentukan.

Dalam Surat Edaran Bupati Humbahas No 1338 Tahun 2020 tanggal 17 Juli 2020 tentang perubahan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021, disebutkan bahwa proses pembelajaran secara tatap muka yang sudah sempat berlangsung di tingkat SMP/MTs sejak tanggal 13 Juli 2020, berubah menjadi pembelajaran dari rumah dengan metode pembelajaran online (dalam jaringan) dan luar jaringan (luring) sejak tanggal 20 juli 2020.

Padahal, sebelumnya Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor juga telah menerbitkan surat edaran No 1758 tahun 2020 tanggal 8 Juli 2020. Di mana, salah satu point dalam surat edaran tersebut menyebutkan: masa transisi pembelajaran tatap muka tingkat SMP/MTS dilaksanakan mulai tanggal 13 juli 2020, tanpa pengenalan lingkungan sekolah serta tetap mempedomani protokol kesehatan, namun Surat Edaran tersebut hanya bertahan lebih kurang sepekan.

Kepala Dinas Pendidikan Humbahas Drs Jhonny Gultom mengatakan, perubahan tadi didasari oleh surat edaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang menyatakan bahwa proses belajar-mengajar tetap dilanjutkan dengan belajar dari rumah secara daring.

“Sedangkan pembelajaran tatap muka, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Provinsi Sumatera Utara,” kata Jhonny melalui sellulernya, Minggu (19/7).

Ditanya apakah ada koordinasi dengan Pemprov Sumut sebelum menerbitkan surat edaran yang mengizinkan pembelajaran tatap muka di Humbahas, Jhonny berkilah bahwa pihaknya telah melakukan langkah tersebut.

“Tentunya kita sudah koordinasi dulu dengan provinsi, makanya mereka memberikan petunjuk teknisnya. Akan tetapi, karena kemungkinan jumlah orang terinfeksi (covid-19, red), semakin meningkat, sehingga dikembalikan pada proses belajar dari rumah,” ujarnya. (sht)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button