Berita

Pembelajaran Jarak Jauh di Humbahas Terbentur Topografi

FaseBerita.ID – Pandemi covid-19 terus berlangsung menghantam hampir seluruh tatanan sendi kehidupan. Kondisi ini juga berpengaruh buruk terhadap pendidikan anak bangsa, serta memaksa Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sampai kini masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi pencegahan penyebaran virus mematikan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Humbahas Jhonny Gultom mengatakan, meski kurang efektif, namun pihaknya tetap menerapkan PJJ terhadap seluruh satuan pendidikan di Humbahas untuk mengurangi keterpurukan pendidika seluruh sekolah yang berada di bawah naungan OPD yang dipimpinnya.

“Target Kita bukan untuk mencapai program, tetapi sedikit mengurangi ketertinggalan siswa. Karena untuk pembelajaran secara tatap muka, kita masih menunggu petunjuk,” Kata Jhonny saat disambangi di ruang kerjanya, Selasa (11/8).

Jhonny mengaku, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Dinas pendidikan dihadapkan pada sebuah dilema. Dimana, dari dua metode yang dilaksanakan, yaitu baik secara online atau biasa disebut daring (Dalam jaringan) serta Luring (Luar jaringan, red), masing-masing memiliki kelemahan tersendiri.

Diutarakannya, pembelajaran daring hanya dapat terlaksana dua persen. Hal itu disebabkan jaringan untuk akses internet belum menjangkau seluruh daerah Humbahas. Terutama di desa terpencil dan pelosok. “Hanya dua persen, bahkan tidak sampai dua persen. Karena internet hanya di sekitar kota. Selebihnya kita adakan pembelajaran luar jaringan,” sebut Jhonny.

Sementara itu, siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara online maka dilakukan pembelajaran luring. Guru mengunjungi siswa ke rumah masing-masing atau dapat mengumpulkan siswa pada kelas yang sama dari dusun yang berdekatan di rumah warga. “Atau boleh melakukan pembelajaran di alam terbuka, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid 19,” terangnya.

Akan tetapi, metode tersebut (PJJ luring, red) juga ternyata terbentur oleh topografi serta disparitas rumah siswa. Kontur Humbahas yang didominasi perbukitan serta jarak rumah antara siswa yang berjauhan membuat para kaum ‘Umar Bakri’ tidak dapat menjangkau seluruh siswanya dalam beberapa hari.

Disdik Humbahas terus berupaya melakukan terbosan-terobosan yang lebih baik guna memaksimalkan PJJ di daerah itu sambil menunggu kondisi membaik dan memungkinkan untuk dilaksanakannya pembelajaran secara tatap muka.

“Untuk bapak dan ibu guru, selalu kita lakukan peningkatan mutu melalui pelatihan. Itulah yang kita lakukan untuk mempermudah guru, bagaimana penyiapan pembelajaran luring maupun daring sambil menunggu keputusan dari ketua gugus tugas percepatan penanggulangan covid 19 secara berjenjang, baik kabupaten maupun provinsi,” imbuhnya.

Jhonny berharap, situasi ini mampu mengisyaratkan diadakannya peningkatan perluasan jangkauan jaringa internet serta mengimbau para orangtua untuk memahami kondisi yang sedang terjadi serta mengajak seluruh orangtua agar memberikan Atensi (perhatian) yang lebih terhadap kemajuan pendidikan siswa. (sht)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button