Berita

Pembangunan Tugu Sangnaualuh Mangkrak: Hefriansyah dan Jhonson Dilaporkan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Walikota Siantar Hefriansyah dan Kepala Dinas PUPR Jhonson Tambunan dilaporkan ke Polres Siantar atas dugaan melakukan korupsi pada pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar.

Pembangunan tugu itu sendiri saat ini mangkrak karena bakal alasan menimbulkan bencana sosial, seperti yang dikatakan Sekda Kota Siantar, pada pengunjukrasa yang menolak pembangunan tugu tersebut beberapa waktu lalu.

Candra Malau, perwakilan Himapsi Siantar, saat menyampaikan laporan ke Polres Siantar, Rabu (19/6/2019) mengatakan, laporan mereka disertai bukti-bukti pendukung.

“Sifatnya Laporan Pengaduan. Namun setelah berkordinasi dengan kepolisian, kami diminta untuk membuatkan kronologis dugaan tindak pidana penistaan Etnis Simalungun, dan akhirnya dibuat menjadi Dumas (Pengaduan Masyarakat),” kata Chandra didampingi Ketua DPC Himapsi Jonli Simarmata.

Dijelaskan Chandra, akibat mangkraknya pembangunan tugu Raja Sangnaualuh, mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp913 juta.

“Itu sesuai hasil audit BPK-RI. Nah, kami menduga, telah terjadi tindak pidana korupsi karena Walikota dan Kadis PUPR membuat kebijakan yang sewenang-wenang yang akhirnya mengakitbatkan kerugian negara,” jelasnya lagi.

Pemuda dan Mahasiswa Desak Jonson Dicopot

Paguyuban Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam lembaga Front Justice (FJ) melakukan aksi di Kejaksaan Negeri Siantar, Polres dan Kantor Walikota Siantar, Rabu (20/6/2019).

Saat membuat laporan ke Polres Siantar.

Massa yang berjumlah sekitar 20 orang ini awalnya datang ke Kejaksaan Negeri Siantar, namun tak seorang pun utusan dari kejaksaan menerima mereka.

Dalam orasi mereka, diminta kepada penegak hukum agar melakukan pemeriksaan terhadap Plt Kadis PUPR Kota Pematangsiantar Jhonson Tambunan karena diduga melakukan korupsi. Laporan tersebut disebutkan Front Justice telah disampaikan ke Polres Pematangsiantar, tapi belum tahu bagaimana tindaklanjutnya.

Adapun kasus yang dilaporkan adalah terkait Pembangunan Stadion Sangnaualuh, dan Tugu Raja Sangnauluh. Jhonson Tambunan juga mereka sebut memonopoli sejumlah proyek.

Setelah ke Kejaksaan dan dari Polres Pematangsiantar, massa yang dikoordinatori Praja Panjaitan berangkat ke Kantor Walikota Siantar. Di sana, mereka juga tidak diterima oleh Walikota maupun yang mewakilinya.

Di sana, massa meminta kepada Walikota Siantar supaya segera mencopot Jhonson Tambunan dari Kadis PUPR karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. Setelah hampir satu jam mereka berorasi Walikota Siantar tidak kunjung datang dan mereka akhirnya membubarkan diri. (mag03/pra)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button