Berita

Pembangunan Tugu Sangnaualuh Dihentikan, Kerugian Hampir Rp1 M

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik di Lapangan H Adam Malik dihentikan di tengah jalan di tahun 2018. Padahal saat itu pengerjaan sudah mencapai 52 persen. Akibat penghentian pengerjaan, tugu setengah jadi itu telantar dan menimbulkan kerugian negara hampir Rp1 miliar, tepatnya Rp913 juta.

Laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia, per 31 Desember 2018 pengerjaan tugu oleh CV AKU mencapai 52 persen, dengan nilai kontrak Rp1.751.522.000. Sebelumnya, kontraktor telah menerima pembayaran Rp525.465.600. Setelah dilakukan penghitungan pasca pengerjaan dihentikan, progress kerja mencapai 52 persen atau Rp913.829.702. Dengan demikian, Pemko Pematangsiantar masih memiliki utang kepada kontraktor sebesar Rp388.364.102.

Atas penghentian pembangunan tugu tersebut, BPK menyebutkan adanya pemborosan keuangan sebesar Rp913.829.702, dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Diusulkan Sejak 2011

Dijelaskan dalam laporan tersebut, pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik setinggi 24 meter diusulkan oleh masyarakat pada tahun 2011. Tujuannya mengenang Raja Sangnaualuh sebagai pendiri Kota Pematangsiantar. Berdasarkan usulan tersebut, lokasi pembangunan ditetapkan di ruang terbuka segitiga depan Ramayana Department Store.

Ini sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota Pematangsiantar Nomor 188.45/320/IV/Wk-Thn 2012 tanggal 20 April 2012. Hasil usulan tersebut telah disepakati pada Sidang Paripurna DPRD Tahun 2012.

Di tahun 2012, Pemko Pematangsiantar menganggarkan pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh sebesar Rp3 miliar. Ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Namun berdasarkan survei yang dilakukan pihak berkompeten, untuk membangun tugu tersebut dibutuhkan Rp8 miliar.

Atas kondisi tersebut, Pemko Pematangsiantar memberikan kesempatan kepada pihak ketiga (swasta) untuk berkontribusi dalam pembangunan tersebut. Lants, PT Sumatera Tobacco Trading Company (STTC) menyatakan kesanggupan untuk membangun tugu tersebut. Namun lokasi pembangunannya dipindahkan ke Lapangan Merdeka (Taman Bunga).

Atas syarat tersebut, kembali diterbitkan  SK Walikota Pematangsiantar Nomor 188.45/VIII/Wk-Thn/2013 Tanggal 16 Agustus 2013.

Selanjutnya, diadakan rapat dengan pihak PT STTC untuk menentukan titik lokasi pembangunan tugu di Lapangan Merdeka. Pihak PT STCC ingin tugu dibangun tepat di tengah lapangan. Sehingga seluruh pohon yang harus ada ditebang. Padahal di lokasi tersebut telah berdiri Tugu Juang untuk mengenang jasa Pahlawan di Kota Pematangsiantar. Pemko Pematangsiantar menolak permintaan pihak PT STTC. Akhirnya tugu batal dibangun.

Tahun 2016, pembangunan tugu dianggarkan sebesar Rp3 miliar.  Dan pada tahun itu, ahli waris Raja Sangnaualuh mendesak agar pembangunan tugu segera terwujud. Untuk lokasi, ahli waris mendanai tenaga ahli dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengkajinya.

Hasil kajian, ditetapkan empat urutan prioritas lokasi, yakni di Lapangan Merdeka (depan BRI), Lapangan H Adam Malik, depan Ramayana, dan pintu masuk Kota Pematangsiantar.

Setelah dilakukan pertemuan, akhirnya diputuskan tugu dibangun di Lapangan H Adam Malik. Dasarnya, surat Walikota Pematangsiantar kepada ahli waris nomor 600/5289/X/2018 tanggal 29 Oktober 2018.

Akhirnya, 10 November 2018 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh di Lapangan H Adam Malik. Saat itu hadir Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun di tengah perjalanan, terjadi gejolak di masyarakat. Hingga kemudian proses pembangunan tugu dihentikan oleh Panitia Pembuat Komitmen (PPK), dengan surat Nomor 00003/Penghentian/Kontrak-PML-PSPA/XII/2018 tanggal 6 Desember 2018. Pemutusan kontrak dilakukan PPK setelah Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerbitkan Surat Nomor 602/1616/XII/PUPR/2018 tanggal 6 Desember 2018 tentang Penghentian Kontrak dan Kegiatan Pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh.

Atas hal tersebut, BPK menyatakan kondisi ini tidak sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Semak Belukar

Setelah sekitar delapan bulan pembangunan tugu dihentikan, lokasi pengerjaan ditumbuhi semak belukar. Tampak sejumlah seng masih menutupi lokasi pengerjaan.

Sejumlah elemen masyarakat telah beberapa kali berunjuk rasa karena keberatan atas sikap Pemko Pematangsianatr menghentikan pembangunan tugu.

Tidak hanya aksi, Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Cabang Kota Pematangsiantar sudah melayangkan surat pengadukan kepada Polres Pematangsiantar karena penghentian pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh telah mengakibatkan kerugian keuangan daerah.

Baru-baru ini, Pemko Pematangsiantar kembali melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Pematangsiantar. Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan tugu.

Dalam wawancara sebelumnya, Rohdian Purba selaku Sekretaris PMS Pematangsiantar mengatakan, pertemuan dengan walikota untuk membahas rencana kelanjutan pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh. Hanya saja, belum ada keputusan atau kepastian kapan dan di mana lokasi pembangunannya.

Plt Kepala Dinas (Kadis) PUPR Pematangsiantar Jhonson Tambunan belum bisa dikonfirmsi untuk diminta penjelasan terkait temuan BPK. (pra)

iklan usi



Back to top button