Berita

Pembangunan Abutment Jembatan Dipertanyakan

PALAS, FaseBerita.ID – Pembangunan abutment jembatan Desa Sibualbuali, Kecamatan Ulu Barumun patut dipertanyakan. Sebab, proyek yang sudah terdaftar di DPA kegiatan Pemkab Palas melalui Dinas PU dengan nilai Rp3,9 miliar itu belum juga ditenderkan.

Hingga Sabtu, (28/9/2019) proyek yang sudah disahkan diawal pengesahan RAPBD 2019 bersumber dari DAU ini belum juga tayang di laman LPSE Kabupaten Palas. Sedang proyek-proyek lain sudah proses tender. Bahkan sudah sedang proses pengerjaan berjalan.

Informasi yang dihimpun dibenarkan kepala LPSE, Fauzi. Paket dari aspirasi masyarakat yang belum tayang di LPSE itu dikarenakan masih kurang lengkapnya dokumen fisik, berupa berkas proyek tersebut dari PPK yang bersangkutan. Yakni Bidang Bina Marga, untuk diserahkan ke panitia LPSE.

“Seingatku belum tayang karena masih ada berkas yang belum ditanda tangani PPK,” kata Fauzi.

Berbeda dengan pernyataan Kadis PU Harry Rizal Hasibuan ketika dihubungi wartawan terkait proyek tersebut. Rizal mengaku sudah dilakukan proses lelang.

“Sudah, sudah lelang mungkin belum diumumkan di LPSE pemenangnya,” ujar Rizal, Sabtu (28/9/2019).

Sementara itu, H Puli Parisan Lubis Lc, anggota DPRD Komisi C ini menyayangkan sikap Pemkab Palas yang mengulur-ulur waktu proses tender pada kegiatan aspirasi masyarakat di Dapil II ini. Pasalnya hingga saat ini proyek bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) di Dinas PU Palas itu, belum dilakukan proses lelang.

Padahal, jauh sebelum ditetapkannya RAPBD 2019, Komisi C DPRD Palas telah berkali-kali melakukan survei lapangan bersama Dinas PU. Sudah sepakat pada penetapan anggaran kegiatan tersebut di RAPBD, yang ditetapkan jelang akhir 2018 lalu.

“Ini kan sudah masuk akhir September, kenapa belum dilakukan proses lelang,” kata anggota Komisi C H Puli Parisan Lubis kepada wartawan, Sabtu ( 28/9/2019) lalu.

Puli mengakui proyek abudmen di Desa Sibualbuali ini murni aspirasi masyarakat setempat yang sudah bertahun tahun. Dan proyek pembangunan Abudmen tersebut sudah lebih tiga kali disetujui dalam Musrenbang kecamatan.

“Namun baru tahun ini dianggarkan dalam APBD Pemkab Palas,” sebut Puli.

Politisi PKS yang juga anggota dewan dari Dapil II ini khawatir, jika proyek abudmen itu gagal dibangun akan berimbas kekecewaan mendalam masyarakat. Terlebih saat ini tercatat manfaat dari jembatan gantung yang membelah Sungai Barumun itu telah dipergunakan masyarakat lebih dari 10 desa.

“Jadi bayangkan betapa besarnya manfaat dari jembatan gantung itu jika dibangun, dan sebaliknya berapa ratus bahkan ribuan KK yang kecewa jika jembatan gantung itu gagal dibangun,” tegas Dewan yang telah dua periode terpilih ini. (tan)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker