Berita

Pembahasan APBD Siantar 2020 hanya 12 Hari

SIANTAR, FaseBerita.ID – Setelah dilakukan rapat Badan Musyawarah DPRD Siantar, Jumat (1/11/2019), pembahasan Rancangan APBD Siantar 2020 akan dimulai sejak Senin (11/11/2019) dengan agenda Nota Pengantar Walikota Siantar yang akan disampaikan melalui rapat paripurna.

Mengacu pada jadwal yang akan berakhir 25 November 2019, pembahasan anggaran untuk satu tahun itu tidak sampai dua minggu. Dengan waktu sesingkat itu sehingga ada kesan Pemko dengan DPRD tancap gas.
Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga saat dikonfirmasi mengatakan bahwa waktu pembahasan R APBD 2020 selama 12 hari bukanlah waktu yang singkat.

“Bukan masalah waktu yang singkat atau cepat, hanya tinggal membahas angka-angkanya saja. Kebijakan umum prioritasnya plafon anggaran sementara sudah dibahas pada DPRD periode 2014-2019 yang lalu,” ujarnya.

Rapat Banmus menetapkan pembukaan rapat paripurna pembahasan APBD tahun 2020 dilaksanakan pada Senin 11 November 2019 Walikota menyampaikan pengantar nota keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD tahun 2020.

Selanjutnya, hari Selasa 12 November 2019, akan dilaksanakan penyampaian pemandangan umum fraksi DPRD Kota Pematangsiantar atas pengantar nota keuangan walikota atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD tahun 2020.

Setelah itu, pada Rabu 13 November 2019 walikota akan menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi. Selanjutnya, di tanggal 14-16 November 2019 sampai dengan komisi-komisi yang ada di DPRD akan rapat bersama mitra kerjanya masing-masing untuk membahas Ranperda APBD 2020.

Tanggal 18-20 November 2019 pembahasan Ranperda APBD tahun 2020 akan dilakukan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Pematangsiantar.

Selanjutnya tanggal 21-22 November 2019 akan dilaksanakan rapat gabungan komisi menyampaikan hasil pembahasan di komisi-komisi bersama dengan mitra kerjanya masing-masing akan disampaikandalam rapat gabungan tersebut.

Di tanggal 23 November 2019 akan dilaksanakan rapat penyampaian pendapat akhir fraksi DPRD Kota Pematangsiantar terhadap Ranperda tentang APBD tahun 2020. Dan di tanggal 25 November 2019 dilakukan penutupan rapat paripurna dengan beberapa acara.

Saat disinggung jumlah total APBD Siantar 2020 kenapa jauh berkurang dibandingkan tahun 2019, Timbul mengatakan tergantung pemerintah pusat.

“Sah-sah saja berkurang karena sarapan anggaran tergantung pemerintah pusat,” ujarnya.

Rosion Hutahuruk, Kabid Anggaran, saat dikonfirmasi media ini usai rapat Musyawarah DPRD Kota Pematangsiantar mengatakan penurunan drastis itu tergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

“Untuk tahun 2019 itu dana alokasi kita Rp170 miliar dan untuk tahun ini di sekitar Rp113 miliar. Dana alokasi khusus itukan tergantung APBN, kementerian keuangan yang mengeluarkan, kita mendapat rincian apa saja yang menjadi alokasi di Kota Pematangsiantar ternyata turun sekitar Rp57 miliar,” ujarnya.

Saat di singgung apakah ada penyebab lain yang mengakibatkan penurunan tersebut, Rosion mengatakan pada dana transfer saja yang angkanya menurun, tapi kalau di PAD angkatnya meningkatkan. Penurunan DAK, kata Rosion, bukan hanya untuk Kota Pematangsiantar.

“Menurut komunikasi dengan kawan-kawan pengelola anggaran dari seluruh daerah di Sumatera Utara, semua mengalami penurunan,” ujar Rosion.

“Mungkin pemerintah pusat fokus mengarahkan (anggaran) untuk pemindahan ibukota negara ke Kalimantan, bisa juga, iya kan,” tuturnya. (mag04)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close