Berita

Pemancing Hilang Terseret Arus Laut Pulau Ujung Naru

FaseBerita.ID – Johor Tambunan (47) dikabarkan hanyut terseret arus air laut di Pulau Ujung Naru, tepatnya perbatasan Ujung Hajoran dengan Muara Nibung, Lingkungan I Muara Nibung, Kecamatan Pandan. Sebelum kejadian, korban sedang memancing di lokasi, Minggu (22/12) sekira pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Nurdin Harepa, Kepala Lingkungan I Muara Nibung saat dikonfrimasi di tempat kejadian mengatakan bahwa awal keberangkatan Johor yang merupakan warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, itu bersama rekannya hanya bertujuan memancing ikan.

Disebutkan, korban berangkat sekira pukul 08.30 WIB. “Sekira pukukl 20.00 WIB saya mendapat kabar dari warga sekitar, pemancing bernama Johor ini telah hanyut. Selanjutnya teman korban bernama Sapta Hutagalung langsung melaporkan kejadian kepada pihak yang berwajib,” kata Nurdin.

Atas laporan teman korban itu, malam itu juga Tim Basarnas Kota Sibolga bersama dengan Tim BPBD Tapanuli Tengah dan warga melakukan pencarian bersama. Namun mengingat cuaca yang kurang memungkinkan, membuat pencarian dihentikan sekira pukul 22.30 WIB. Pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (23/12) pagi.

Sementara itu warga mengaku sempat melihat korban bersama temannya hendak memancing di lokasi. “Hari Minggu pagi masih saya lihat mereka berjalan menuju tempat pemancingan. Memang sekali dalam dua minggu mereka datang untuk memancing. Karena tempat pemancingan itu kerap dikunjungi pemancing ikan. Sebab tempatnya strategis,” kata pria yang tidak menyebut namanya itu.

Selain lokasi bagus buat para pemancing sehingga banyak dikunjungi, tempat itu juga bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari pinggiran laut. “Tapi malam itu, teman korban mengatakan kepada kami bahwa rekannya yang bernama Johor Tambunan telah hanyut terseret gelombang air laut.”

Setelah mendapat laporan itu, ia bersama warga lain langsung melakukan pencarian. “Tak lama kemudian tim dari Basarnas dan BPBD ikut melakukan pencarian. Namun memang belum membuahkan hasil.”

Dari tempat terpisah, Yasir, salah seorang dari tim Basarnas Sibolga yang sedang melakukan pencarian mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyisiran di lokasi terakhir korban memancing.

“Langkah awal yang kita lakukan bersama Tim BPBD Tapteng dibantu dengan warga, menyisir sekitaran Pulau Ujung Naru, yakni di perbatasan Ujung Hajoran dengan Muara Nibung. Selama kurang lebih empat jam pencarian sudah kita lakukan menggunakan perahu karet,” jelasnya.

Disebutkan, dari hasil penyisiran, petugas menemukan tas milik korban. “Yang berhasil kita temukan bersama warga malam itu adalah tas dari korban yang digunakan saat memancing, namun korban belum berhasil ditemukan.”

Dia mengakui bahwa pihaknya sempat menghentikan pencarian. “Ya, sekira pukul 22.30 WIB kami bersama tim terpaksa memberhentikan pencarian, itu karena cuaca yang tidak mendukung. Pencarian diteruskan pada Senin (23/12) sekira pukul 08.00 WIB.” (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button