Berita

Peluang Tipis Pengangkatan PNS dari Honorer Usia 35 Tahun

JAKARTA, FaseBerita.ID– Para Honorer K2 tua (di atas 35 tahun) yang berharap diangkat jadi PNS lewat revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan berharap banyak.

Pasalnya, pembahasan revisi UU ASN sepertinya akan berlangsung lama. Mengingat pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tengah fokus pada program penyederhanaan birokrasi.

Baik soal pemangkasan eselon III, IV, dan V maupun penghapusan lembaga-lembaga yang dinilai tidak efektif.

“Kalau revisi UU ASN sepertinya belum ya. Saat ini masih menyelesaikan penyederhanaan birokrasi dan persiapan rekrutmen CPNS dan PPPK (Pegawal Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) 2021,” kata Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Widjinarko, baru-baru ini.

Dia menegaskan, kalaupun nanti ada revisi tetapi bukan bertujuan memasukkan honorer usia 35 tahun ke atas menjadi PNS. Mengingat, rekrutmen CPNS maupun PPPK semua ada prosedurnya dan melewati tes.

“Ya enggak ada pengangkatan CPNS dan PPPK secara otomatis. Semua harus melalui tes sebagaimana diatur dalam PP Manajemen PPPK dan PP Manajemen PNS,” terangnya.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto juga menilai revisi UU ASN sepertinya belum bisa dilakukan. Mengingat masih ada beberapa peraturan pemerintah (PP) yang merupakan turunan UU ASN belum ditetapkan. Otomatis belum bisa dinilai secara komprehensif implementasi UU ASN.

“UU ASN ini kan usianya baru enam tahun. Belum lengkap juga PP nya, jadi masih harus menunggu lengkap semuanya dulu,” tandasnya.

Untuk diketahui, honorer K2 maupun nonkategori yang berusia di atas 35 tahun berharap bisa menjadi PNS lewat revisi UU ASN. Revisi UU ASN ini dinilai sebagai jalan menuju PNS.

DPR RI pun sudah memasukkan pembahasan revisi UU ASN dalam Prolegnas 2020. Namun, sampai saat ini masih belum ada perkembangan yang menggembirakan.

Angkat Hononer K2 Hanya Butuh Rp33 Triliun

Di tengah pandemi COVID-19, pendapatan pemerintah masih cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pendapatan negara hingga Juli 2020 mencapai Rp 922,2 triliun. Pendapat negara yang cukup tinggi itu membuat honorer K2 berharap banyak.

“Alhamdulillah pendapatan negara masih cukup banyak meski pandemi COVID-19. Semoga honorer K2 kecipratan anggaran pendapatannegara agar APBN berkah,” kata Ahmad Saefudin, koordinator wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Jawa Tengah kepada JPNN.com, Rabu (26/8).

Dari perhitungannya, untuk menyelesaikan honorer K2, pemerintah tidak butuh dana besar. Pemerintah hanya menyisihkan dana Rp 33 triliun untuk mengangkat 400 ribuan honorer K2 menjadi PNS.

“Masih cukup banyak lah sisa anggaran negara kalau dikurangi dana untuk honorer K2,” ucapnya.

Dia menambahkan, di usia kemerdekaan RI ke-75, honorer K2 masih terus berjuang mendapatkan status Aparatur Sipil Negara (ASN). Belasan hingga puluhan tahun berada dalam sistem perbudakan modern karena honor yang diterima sangat rendah.

“Sebelum Indonesia merdeka, para pejuang bertempur melawan penjajah. Setelah Indonesia merdeka, anak bangsa berjuang mendapatkan statusnya karena negara belum hadir di tengah-tengah honorer K2,” tuturnya.

Dia berharap, para pejuang nasib honorer K2 di PHK2I mampu memahami, meresapi, meneladani dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. (esy/jpnn)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button