Berita

Pelaku Sering Nonton Film Porno dan Mengintip Korban Mandi

Kasus Pembunuhan Siswi MTsN Tanjungbalai

FaseBerita.ID – Polres Tanjungbalai melakukan konferensi pers yang dipimpin Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira terkait kasus pembunuhan disertai pemerkosaan siswi MTsN Tanjungbalai, Senin (9/3/2020) di halaman Polres Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha prawira didampingi Wakapolres Kompol Edi Bona, Kasat Reskrim AKP Rapi Pinakri, Kanit Pidum IPTU Demonstar, Kasubbag Humas IPTU Ade Ahmad Dahlan Panjaitan menyebutkan, pelaku terobsesi karena sering menonton film porno di warnet. Akibatnya pelaku terobsesi melakukan hubungan intim dengan korban. Bahkan ternyata menurut pengakuannya, SP sering mengintip korban saat mandi.

Menurut Putu Yuda, berawal dari hasil lidik yang dilakukan oleh tim dengan melakukan pengambilan baket terhadap saksi-saksi meliputi tetangga korban, pemilik warnet serta saksi-saksi lainnya di sekitar TKP. Maka diperoleh fakta tentang adanya keberadaan satu orang anak bernama SP yang berada di sekitaran rumah tempat tinggal korban N.

Oleh tim kemudian mengembangkan fakta tersebut dengan melakukan pencarian keberadaan tersangka SP, hingga akhirnya ia berhasil ditemukan di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari TKP.

Kemudian terhadap SP diinterogasi oleh penyidik mengenai keberadaannya pada dini hari kejadian, akhirnya SP tidak dapat lagi mengelak sehingga akhirnya mengaku bahwa dia adalah pelaku yang telah menyetubuhi dan membunuh korban.

Menurut pengakuan SP kepada penyidik, dia masuk ke dalam rumah korban dengan melintasi dapur, ruang tamu hingga akhirnya tersangka masuk ke kamar tidur korban. Sebelum masuk ke kamar tidur korban, tepatnya saat posisi tersangka berjalan di melintasi ruang tamu, tersangka sempat melihat ayah korban, ibu korban dan dua adik korban sedang dalam keadaan tidur di depan televisi.

Tersangka berhasil masuk ke dalam kamar tidur korban, dan melihat korban sedang tidur di atas tilam springbed dengan menggunakan baju kemeja dan celana pendek. Tersangka kemudian merebahkan tubuhnya di samping tubuh korban, lalu tersangka mengambil sebuah bantal yang ada di dekat springbed.

Bantal dihimpitkan tersangka dengan keras ke wajah korban, korban akhirnya terbangun dan meronta melakukan perlawanan, melihat keadaaan tersebut tersangka kemudian mencekik dengan keras leher bagian depan korban dengan tangan kirinya sementara tangan kanan tersangka meninju daerah pipi kiri dan mulut korban sebanyak 5 kali pukulan sehingga korban tidak lagi meronta melakukan perlawanan dan diduga telah meninggal dunia. Tersangka pun menyetubuhi korban.

Sebelum meninggalkan kamar, tersangka menutup daerah wajah korban dengan sprei yang ada di atas kasur, tersangka lantas keluar rumah dari jalan yang sama, tersangka sempat merapatkan kembali pintu dapur.

SP sempat beralibi dan berbelit belit. namun berkat keuletan personel sat reskrim dan ket saksi-saksi di lapangan, semua alibi yg diberikan oleh SP dapat dipatahkan dan akhirnya SP menyerah dan mengakui perbuatannya.

Kini tersangka harus menjalani hukuman akibat perbuatan TSK dijerat dengan pasal 81 Ayat 1 dan pasal 80 ayat 3 tentang Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (fi)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker