Berita

Pelaku Pembunuh Uwan Damanik Ngaku Mendapat Bisikan Gaib

FaseBerita.ID – Pelaku penikaman terhadap Uwan Damanik (35) hingga bapak dua anak itu meregang nyawa, yakni Suheri Sihombing telah ditangkap polisi, Selasa (1/10/2019) sore.

Kepada polisi, warga Jalan Pane, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur itu mengaku mendapat bisikan gaib saat berada di warung bandrek di Jalan Cokroaminoto Pematangsiantar, yang kebetulan korban juga ada di tempat itu., Sabtu (28/9/2019) dini hari.

Bisikan ‘gaib’ itu muncul tiba-tiba saat Suheri Sihombing yang biasa disapa Magel itu sempat bertatap muka dengan korban. Padahal sebelumnya keduanya tidak saling kenal.

Keterangan ini disampaikan polisi saat menggelar temu pers di Polres Pematangsiantar, Kamis (3/10/2019) yang dipimpin Kabag Ops Kompol Biston Situmorang. Di hadapan para wartawan, Biston menerangkan, setelah istri korban, Imelda Purba membuat laporan resmi ke kepolisian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Hingga kemudian, Selasa (1/10/2019) jajaran Sat Reskrim Polres Pematangsiantar menangkap Magel saat berada di depan Gedung Olahraga (GOR), Jalan Merdeka Pematangsiantar. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan sebilah belati lengkap dengan sarungnya yang dibungkus kain putih, sepedamotor Honda Vario hitam, dan sepasang sepatu putih.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar Iptu Nur Istiono mengatakan, pelaku dijerat Pasal 338 atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sedangkan Kanit Jathanras Satreskrim Polres Pematangsiantar Iptu Yuken Saragih saat diwawancara wartawan menceritakan, setelah ada laporan penikaman, pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa seluruh rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Salah satu petunjuk, pelaku diketahui mengenakan sepatu putih.

“Kita juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Selanjutnya kita kembangkan semuanya,” jelasnya.

Setelah dilakukn penyelidikan, polisi kemudian mendapatkan petunjuk tentang identas pelaku. Lalu melakukan pengintaian. Setelah dipastikan keberadaannya tepat di depan GOR, polisi segera menangkapnya.

Setelah ditangkap, polisi membawa Magel ke rumahnya di Jalan Pane dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan sebilah belati yang digunakan pelaku untuk menikam korban, serta sepasang sepatu yang dikenakannya saat kejadian.

“Setelah barang bukti terkumpul, kita bawa pelaku ke Polres,” ujarnya.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku tidak ada berencana membunuh korban. Hanya saja, ketika melihat korban saat mereka sama-sama berada di warung bandrek, pelaku mengaku mendapat bisikan gaib untuk segera menghabisi korban.

“Itu keterangan pelaku. Katanya ada bisikan gaib. Dia mengaku tidak kenal dengan korban sebelumnya. Jadi kita interogasi pelan-pelan,” terang Iptu Yuken, seraya menambahkan ada kemungkinan selama ini pelaku memelajari ilmu hitam.

“Itu kan pengakuan dia. Soal ilmu hitam ini kan abstrak. Jadi masih didalami,” katanya.

Lebih lanjut Yuken menerangkan, Sabtu (28/10) dini hari itu, korban dan seorang temannya sudah terlebih dulu tiba di warung bandrek. Tak lama, pelaku datang dan memesan sebungkus mie.

Saat pemilik warung mengerjakan pesanannya, pelaku duduk, dan posisinya agak jauh dengan korban. Malah, posisi duduk pelaku lebih dekat dengan teman korban. Tiba-tiba pelaku berdiri dan langsung menikam korban dua kali.

Korban berupaya menyelamatkan diri, namun dikejar pelaku dan kembali ditikami hingga beberapa kali. Setelah melakukan aksinya, pelaku membayar pesanan mie dan pergi dari warung tersebut.

“Dia pergi baik sepedamotornya, dan memakan mie yang dibelinya di kawasan Kandang Besar. Selesai makan, dia pulang ke rumah,” terang Yuken. (mag-04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button