Berita

Pelaku Kejahatan Berkeliaran di Bombongan

FaseBerita.ID – Haffiz Ammar (28) warga Pasar Baru Inpres Jalan Medan Km 10, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, nyaris terhempas ke badan jalan. Penyebabnya, Haffiz Ammar mempertahankan HP miliknya ketika akan dirampas pelaku jambret. Perlawanan korban pun tidak sia-sia, sehingga pelaku kabur dengan tangan kosong.

Peristiwa ini terjadi, Minggu (10/11/2019) sekira pukul 09.30 WIB, tepatnya di Bombongan Jalan Medan Km 6, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba. Saat diwawancarai wartawan, korban bercerita, awalnya ia baru saja pulang olahraga (joging) dari Lapangan H Adam Malik, Minggu (10/11/2019) pagi.

Sehabis berolahraga, korban bersama satu orang temannya hendak pulang menuju rumahnya dengan mengendarai satu unit sepeda motor jenis matic.

Setibanya di Bombongan, Jalan Medan Km 6, yang kebetulan situasi jalan lagi sepi, korban yang saat itu sedang makai headset mendengarkan musik langsung dipepet dua pelaku memakai kreta (sepeda motor) Ninja R 25.

“Aku pas dibonceng sama kawanku, terus dipepet sama kedua pelaku mengendarai satu kreta. Mau dirampasnya HP ku yang lagi ku pegang, kami juga hampir jatuh ke badan jalan. Untunglah, si pelaku kalah tenaga,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku pergi ke arah Jalan Tanjung Pinggir, dan korban ikut mengejarnya. “Tapi, karena sudah jaraknya sangat jauh. Akhirnya kami pun menghentikan pengejaran dan balik ke rumah,” ujarnya.

Hingga berita ini terima redaksi, korban mengaku jika di kawasan Bombongan sering terjadi tindak kejahatan. Bahkan pernah memakan korban akibat aksi kejar-kejaran antara korban dengan para pelaku.

“Disini sudah seringlah terjadi Bang, sebelum aku yang menjadi korban. Ada pasangan keluarga terjatuh hingga luka-luka dan patah tulang, lantaran tarik-tarikan tas antara korban dengan pelakunya,” bebernya.

“Saya minta pada kepolisian agar memantau terus lokasi rawan kejahatan ini, memang saya nyaris menjadi korban. Tapi saya tak ingin ada korban lagi yang lebih parah dari saya,” sebut Haffiz Ammar lagi.

Sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri) menjadi korban rampok di kawasan Bombongan Jalan Medan Km 6, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba. Akibatnya, Pasutri ini menderita luka berat.

Aksi itu terjadi pada korban, Kamis (11/9/2019) malam sekira pukul 20.00 WIB. Dimana ketika itu korban (Pasutri) bersama anak sulungnya baru pulang dari arah Jalan Beringin mengendarai kreta.

“Saat melintas saya dikejutkan ketika tas yang disandang istri saya tiba-tiba ditarik paksa oleh OTK, dan langsung pergi kabur. Kami langsung terjatuh, terseret ada dua meter. Saat kejadian, istri saya langsung berteriak, tapi keadaan jalan memang lagi sepi, sehingga ada beberapa menit kami duduk di jalan menanti pertolongan warga yang melintas. Alhamdulillah, ada warga juga yang menolong kami. Jadi kami langsung diantarkan warga itu untuk berobat di rumah toke istri saya,” sebut Dhani Syahputra.

Usai kejadian, Crisya Angga tampak menderita luka lecet dan tulang kaki bergeser, suaminya Dhani Syahputra menderita luka lecet di bagian kaki dan tangan. “Sedangkan anak saya yang masih berusia 4 tahun hanya terkilir. Barang yang hilang berisi surat-surat berharga dan barang-barang penting lainnya,” terang korban. Tak terima dengan kejadian tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polsek Siantar Martoba.

Sehabis menceritakan kejadian, Dhani Syahputra berharap tas itu diketemukan lagi beserta surat-surat berharga yang ada di dalamnya.

Terpisah Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultum belum siap memberikan tanggapan. Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan whabsatnya, ia tak mau membalasnya meskipun ia telah membaca pesan tersebut. (mag-03/ahu)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close