Berita

Pelaku Curanmor Diciduk dari Warung Tuak

TAPTENG, FaseBerita.ID – HH alias Lukken (35) warga Sibaganding, Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapteng, diciduk tim gabungan Opsnal Sat Reskrim Polres Tapteng, Sabtu (3/8/2019) sekira pukul 23.30 WIB.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Humas Iptu Rensa Sipahutar mengatakan, penangkapan terhadap Lukken dilakukan pihaknya berdasarkan pengembangan dari penangkapan teman Lukken yang melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tersangka ditangkap saat sedang berada di warung tuak di Sitio-tio Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.

“Penangkapan tersangka HH alias Lukken adalah pengembangan dari penangkapan tersangka BAASP alias Angky yang sudah tertangkap tanggal 30 Juli 2019 berikut BB 1 Unit Yamaha Mio yang sudah diubah warna menjadi warna biru-hitam (warna asli merah-hitam) serta plat palsu terpasang BK 4684 AJ (No Pol Asli BL 3359 JG),” ucap Rensa, Minggu (4/8/2019).

Setelah melakukan penangkapan terhadap Lukken, lanjut Rensa, maka pihaknya langsung memboyong Lukken ke Polsek Pandan untuk dimintai keterangannya.

Rensa menuturkan, awal mula peristiwa curanmor yang dilakukan oleh Lukken dan Angky serta seorang lagi pelaku yang saat ini namanya telah dikantongi pihaknya dan telah ditetapkan DPO, terjadi pada Rabu (10/7/2019) lalu di Kecamatan Pandan.

“Pada Rabu tanggal 10 Juli 2019 sekira pukul 04.00 WIB, ketiga pelaku berboncengan tiga datang ke TKP kediaman Deni Hermansyah menggunakan sepedamotor milik pelaku. Lalu TMY (DPO) pegang kemudi sepedamotor korban, Angky dan Luken mendorong. Selanjutnya TMY menaiki sepedamotor korban dalam keadaan mesin mati, sedangkan Angky membawa sepedamotornya berboncengan dengan Lukken sambil mendorong kreta korban menggunakan kaki kanan yang dikemudikan TMY, sehingga berjalanan beriringan sampai ke Sipange,” ucapnya.

Setelah berhasil membawa sepedamotor tersebut, ketiga pelaku menjualnya dengan harga Rp1.500.000 di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapteng. “Besoknya pada Kamis tanggal 11 Juli 2019 sekira pukul 09.00 WIB, ketiga pelaku menjual kreta korban kepada penadah YL di rumahnya Lingkungan IV, Kelurahan Tukka seharga Rp1,5 juta, lalu penadah merubah warna septor menjadi warna biru-hitam menggunakan pewarna Merk Zuper Spray dan Dition,” tuturnya.

Sementara korban yang mengetahui sepedamotornya dicuri, membuat laporan pengaduan ke kantor polisi dengan LP/78/VII/2019/SU/RES TT/SEK PDN, tanggal 29 Juli 2019. Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, polisi bertindak dan menangkap para pelaku. (dh)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close