Berita

Pelaku Cabul di Kuburan Santeong Ditangkap

FaseBerita.ID – Polisi menangkap tersangka pelecehan seksual terhadap remaja putri yang terjadi di kuburan Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Sibolga Kota, beberapa hari lalu.

Adapun tersangka yang berhasil diamankan berjumlah dua orang, masing-masing berinisial RR (19) warga Santeong dan HS (17) warga Jalan Patuan Anggi. Sedangkan korban, sebut saja Cempaka, warga Sibuluan Nalambok, Tapanuli Tengah, masih berusia 16 tahun.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, penangkapan keduanya bermula dari laporan HD (48), orangtua korban.

“Rabu (11/3) sekira pukul 20.45 WIB, HD datang melapor ke Polres Sibolga. Katanya, sekira pukul 18.30 WIB, saat dia berada di rumah, datang dua laki-laki memberitahukan bahwa putrinya Cempaka berada di Santeong. Kondisinya, leher merah. Selanjutnya saksi menyuruh anak laki-lakinya menjemput di Santeong Sibolga. Setelah menerima laporan, dilakukan penyelidikan. Jumat (13/3) sekira pukul 23.55 WIB, RR berhasil diamankan. Sabtu (14/3) sekira pukul 05.00 WIB HS kemudian diamankan dari rumahnya,” kata Sormin, Rabu (19/3).

Menurut keterangan keduanya, perbuatan tak senonoh tersebut bermula saat abang kandung RR bersama dengan HS membawa Cempaka yang saat itu masih berpakaian sekolah dari sebuah lokasi pesta, Selasa (10/3) sekira pukul 02.30 WIB. Saat itu, abangnya mengaku kalau Cempaka tersesat dan membawanya ke kuburan.

Beberapa saat kemudian, RR menyamperin abangnya dan melihat Cempaka dalam keadan tanpa busana.

Awalnya, RR sempat menanyai Cempaka, apakah abangnya telah mencabulinya. Saat itu, korban menyangkal.

RR, yang melihat tubuh korban tanpa busana kemudian merayu untuk melakukan hal yang sama. “Abang RR, yang namanya sudah kita kantongi membawa Cempaka ke arah kuburan. Karena agak lama, kemudian RR menyusul. Tiba di tempat RR melihat abangnya sedang memasang celana dan melihat Cempaka tanpa busana. Kemudian RR menanyakan pada Cempaka perbuatan yang telah dilakukan abangnya. Korban tidak mengakui bahwa telah melakukan pencabulan. Kemudian RR membujuk agar si korban mau melakukan hubungan layaknya suami isteri,” ungkapnya.

Meski Cempaka tidak menjawab, RR terus saja mencabuli korban. Kemudian, RR pergi menjemput minuman dan meninggalkan Cempaka bersama HS. Saat kembali, RR melihat korban sedang bersama HS. “RR lalu memasak mi instan dan membawanya ke lokasi pekuburan dan melihat HS memangku Cempaka. Setelah mi instan diberikan, RR pergi meninggalkan tempat tersebut,” pungkasnya.

Tak sampai di situ, HS juga sempat mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun Cempaka menolak. HS kemudian membawanya ke lokasi lain. Sekira pukul 06.00 WIB, korban menanyakan pada HS tempat tidur. “HS membawanya ke sebuah rumah kosong di lokasi pekuburan,” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga.

Keduanya diganjar dengan pidana pencabulan atau persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 e Juncto pasal 82 ayat 1 atau pasal 76 d Juncto pasal 81 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button