Berita

Pelaksanaan UTBK Hingga 2 Juni

JAKARTA, FaseBerita.ID – Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemristekdikti Ismunandar mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi siswa kelas XII sampai 2 Juni 2019. “Sekarang sampai 2 Juni UTBK dulu,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah UTBK ditutup maka proses selanjutnya adalah pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Setelah pelaksanaan UTBK itu, nantinya pendaftaran SBMPTN pada tanggal 10-24 Juni 2019,” katanya.

Dia menuturkan, setelah dilakukan pendaftaran SBMPTN itu, nantinya bisa melihat kampus mana yang paling dominan dipilih siswa dan jurusannya apa.
“Jadi, untuk pengumuman SBMPTN nanti pada tanggal 9 Juli. Siswa bisa melihat lulus atau tidaknya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jadwal Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi siswa kelas XII selanjutnya akan dilaksanakan tanggal 20-21 April 2019. Ujian ini merupakan bagian dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.

Jadwal UTBK selanjutnya akan berlangsung pada 11 pusat UTBK di 5 kota, yaitu Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. “Ini merupakan UTBK sesi tambahan atas permintaan peserta di kota-kota tersebut,” ujar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi dalam keterangan tertulisnya.

Gunakan Sistem Baru

UTBK kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi. Sementara hasil nilai dapat muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengatakan, pelaksanaan UTBK juga berbeda dengan tahun sebelumnya.

Alasannya diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

“Kalau dulu model berbasis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali (disebarluaskan). Ini soalnya kita sudah punya berpuluh-puluh set yang kita sudah siapkan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Dengan demikian, para peserta tidak akan bisa saling menyontek. Dia memastikan, pelaksanaan UTBK 2019 menumbuhkan kesetaraan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa saling jiplak-menjiplak. Ini sudah kita lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kita pertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutur Ravik.

Dalam SBMPTN kali ini, mahasiswa akan mendapat nilai terlebih dahulu untuk masing-masing sesi UTBK yang diambil. Belum ada passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, namun LTMPT akan memberikan data statistik yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan PTN yang dapat diambil.

“Karena tahun ini baru pertama kali sehingga belum ada gambaran (passing grade). Tahun yang akan datang, akan terlihat, misalkan 600 atau 700 itu bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UI, misalkan,” kata Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto menambahkan.

“Sekarang ini yang kita bisa bantu ke masyarakat adalah kita 24 kali tes, setiap sesi, setiap kali tes, akan kita informasikan ke yang bersangkutan pasti pegang nilai, tapi kita bantu juga nilai maksimum berapa, minimum berapa, rata-rata berapa dalam satu sesi itu, sehingga dari situ terakumulasi sampai ke-24 kali,” paparnya. (oz/jp/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button