Berita

Pekerja Tewas Tersengat Listrik!! PLN: Kenapa tak Koordinasi?

TAPTENG, FaseBerita.ID – Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) UPL Sibolga Kota menyayangkan adanya pekerja pemasangan tiang telepon yang melakukan aktifitas di bawah jaringan listrik hingga tersengat dan tewas pada Rabu (21/8/2019) lalu di Lingkungan Mungkur, Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Sebab, hal itu sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan koordinasi terlebih dulu.

Hal itu disampaikan Manager PLN ULP Sibolga Kota Robet Sirait kepada wartawan, Kamis (22/8/2019) saat dimintai tanggapannya atas peristiwa tewasnya seorang pekerja pihak PT XL Jakarta dan 3 rekannya yang dilarikan ke RSU Dr FL Tobing Sibolga.

“Nggak ada (koordinasi, red), nggak ada sama sekali. Seharusnya mereka itu koordinasi dulu, apakah di bawah jaringan itu mereka aman bekerja atau tidak untuk keselamatan pekerjanya,” ujar Robet.

Robet menuturkan, seharusnya semua pihak yang hendak melakukan pekerjaan dekat jaringan listrik, mestinya berkoordinasi terlebih dahulu ke pihak PLN yang memahami jarak aman dengan jaringan listrik. “Misalnya kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang dekat dengan jaringan, ya seharusnya mereka harus koordinasi dengan PLN. Karena kan PLN yang lebih tahu jarak aman dari pada kabel listrik itu,” ucapnya.

Dijelaskannya, tewasnya seorang pekerja yang hendak memasang tiang telepon pada Rabu lalu, karena tiang telepon yang hendak ditanam itu menyentuh kabel tegangan menengah.

“Pas mau masang tiang, diangkat orang itu, kena ke TM yang tegangan 21 ribu volt tegangan menengah. Kan kalau kabel PLN itu kan, ada andongannya itu kan, kendornya itu di tengah, jadi membuat tiang itu agak bukit-bukit, sehingga dekat dengan TM itu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Jonni Hutagaol (25) warga Porsea tewas tersengat listrik saat bekerja memasang tiang telepon. Sementara itu 3 rekan kerjanya juga ikut tersengat listrik dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dr FL Tobing Sibolga.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar mengatakan, peristiwa naas yang menimpa Jonni Hutagaol dan 3 rekannya, yakni Rolas Maruli Sianturi (30) warga Siborong-borong, Jonson Gultom (38) warga Lumban Julu, Amri Sirait (25) warga Lumban Julu yang juga turut tersengat listrik saat melakukan penanaman tiang telepon itu terjadi, Rabu (21/8/2019) sekira pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Pekerja Tewas Tersengat Listrik: Tiga Rekannya Dirawat di Rumah Sakit

“Pada saat itu korban (Jonni,red) beserta dengan 13 orang rekan kerjanya melakukan pekerjaan penanaman tiang besi telepon ke dalam tanah milik PT XL Jakarta, dengan cara menggali tanah berbentuk lubang sedalam 140 cm, kemudian menanam tiang jaringan se tinggi 7 meter,” ujar Rensa, Kamis (22/8/2019) melalui pesan tertulisnya.

Nah, saat melakukan penanaman tiang besi telepon itu, lanjut Rensa, Jonni ditemani tiga rekannya. Namun tanpa diduga, tiang besi itu menyentuh kabel listrik yang berada di pinggir jalan, sehingga peristiwa naas itu tak terhindarkan.

“Ketika tiang besi tersebut hendak ditanam ke tanah oleh empat orang pekerja, tiang besi tersebut menyentuh tali kabel listrik yang berada di pinggir jalan, yang mengakibatkan keempat pekerja terkena sengatan listrik. Dimana pada saat memasukan tiang besi tersebut salah satu korban Jonni Hutagaol meninggal dunia memeluk tiang besi tersebut, sementara ke tiga temannya hanya memegang tiang besi dengan menggunakan kedua tangan mereka,” ucapnya.

“Tiang besi yang hendak mereka tanam terkena kabel listrik yang bertegangan tinggi dan langsung mengenai para pekerja. Akibatnya keempat pekerja tersebut terkena sengatan listrik yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, 3 dirawat di Rumah Sakit Umum Dr FL Tobing Sibolga,” katanya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button