Berita

Pedagang Sekap Anak Tetangga, Tangan dan Kaki Diikat, Lalu Diperkosa

MADINA, Fase Berita.ID – Entah apa yang merasuki HAB. Pria berusia 58 tahun ini diduga tega melakukan kejahatan seksual kepada N, anak di bawah umur yang juga tetangganya di salah satu desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Informasi dihimpun, sebelum kejadian, N disuruh orangtuanya memarutkan kelapa ke warung milik HAB yang tak jauh dari kediaman korban.

Saat itu, warung lagi sepi. Di situ pelaku melancarkan aksinya. Ia membujuk korban masuk ke dalam rumah. Lalu, pelaku langsung menyekap korban dan melakukan kejahatan seksual tersebut.

“Pelaku mengikat kaki dan tangan korban hingga tak berdaya. Lalu, pelaku melepas ikatan kaki dan (maaf) memerkosa korban,” terang H, salahsatu keluarga korban, kepada wartawan, Jumat (29/11).

“Selesai memerkosa korban, pelaku kembali mengancam korban agar tidak memberitahu kejadian itu kepada siapapun. Jika sampai ada yang tahu, pelaku mengancam akan membunuh orangtua korban,” sambung H.

Usai kejadian, korban berusaha mendiamkan apa yang dialaminya. Sepekan kemudian, korban mengalami sakit. “Seminggu setelah kejadian, dia (korban) demam. Dari situ lah terungkap. Ia menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya.

“Mendengar pengakuan korban, ibunya langsung membuat laporan pengaduan ke Polres Madina,” ujar H.
Mengetahui perbuatannya terungkap, pelaku HAB melarikan diri.

“Mengetahui korban sudah menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya dan sampai ke perangkat desa, pelaku meninggalkan kampung. Belum diketahui keberadaanya sampai sekarang,” jelasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madina melalui Kepala Unit Perlindungan Prempuan dan Anak, Bripka Wahyu yang dikonfirmasi  membenarkan laporan kejadian pencabulan pemerkosaan yang dilakukan HAB kepada korban. Laporan tersebut diterima Polres Madina pada tanggal 22 November lalu.

“Benar ada laporan kejadian itu, kami sedang melakukan pemeriksaan saksi dan korban. Iya, pelaku kabur,” kata Wahyu. (wan)

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close