Berita

PDP Pertama di Tapanuli Tengah Dirujuk ke RS Pirngadi Medan

FaseBerita.ID – Seorang warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pasien imported case ini disebut-sebut berjenis kelamin perempuan dan baru pulang dari Malaysia pada 30 Maret 2020. Tujuh hari masa karantina, yang bersangkutan mengalami sesak di bagian dada.

Ketua Gugus Tugas percepatan penanggulangan bencana wabah penyakit akibat virus Corona Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani, membenarkan adanya warga Tapteng yang bertatus PDP.

“Benar, satu warga masuk dalam kategori PDP. Mari kita doakan agar beliau tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” Kata Baktiar, Selasa (7/4) sekira pukul 00.30 WIB.

Didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Tapteng, Bakhtiar membenarkan jika PDP tersebut baru pulang dari negeri jiran Malaysia. Di sela-sela masa isolasi dan pemantauan oleh petugas medis, pasien ini mengalami batuk, sesak dan demam hingga mencapai 38°C. Senin (6/4), pasien dibawa ke RSUD Pandan untuk penanganan lebih lanjut.

“Hasilnya belum tentu positif dan sudah dirujuk ke RS Pirngadi Medan. Pasien ada riwayat menderita penyakit TB Paru,” timpal Bakhtiar.

Disampaikan, apapun kesimpulan dan hasil pemeriksaan terhadap pasien nantinya, Bakhtiar meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Masyarakat harus tetap tenang sembari mengikuti himbauan pemerintah agar pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona bisa secepatnya diwujudkan.

Ia juga menegaskan Tim Gugus Tugas Covid-19 sudah bergerak mendata individu yang pernah kontak dengan pasien PDP ini.

“Malam ini tim sudah bergerak mendata keluarga dan siapa saja yang pernah bersentuhan atau berhubungan dengan pasien,” ujarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum di rujuk ke RS Pirngadi Medan, pasien perempuan berusia 23 itu di rawat di ruang isolasi RSUD Pandan. Dokter Evi Damanik, salah seorang petugas medis RSUD Pandan mengaku sudah melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap pasien.

“Kita sudah rapid test, tapi kan harus dengan swab, kita tidak ada fasilitas,” katanya.

Evi menyebutkan, kondisi pasien masih stabil. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar dapat segera mengetahui pasien tersebut positif terjangkit COVID-19 atau tidak.

“Masih stabil, kita belum bisa memastikan lebih jauh, tapi gejala menunjukkan bilateral infeksi. Keluarga pasien juga sudah dilakukan isolasi mandiri,” pungkasnya. (ztm)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button