Berita

PDP Covid-19 Asal Bangun Panei Simalungun Negatif

FaseBerita.ID – Hasil rapid test Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 atau Virus Corona asal Nagori Bangun Panei, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, yang saat ini dirawat di RSUD Perdagangan dinyatakan negatif.

Kabar baik itu disambut gembira oleh masyarakat dan perangkat desa, meski harus tetap waspada menyikapi wabah yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia.

Seperti diketahui, PDP asal nagori ini sempat menghebohkan dunia maya, bahkan masyarakat setempat. Hal itu disebabkan adanya keluhan pasien mengarah kepada gejala Covid-19.

Namun, setelah dicek secara akurat oleh beberapa dokter dan langsung dilihat Bupati Simalungun JR Saragih, hasilnya negatif Covid-19.

Namun oleh Bupati Simalungun tetap mengimbau pasien agar tetap menjaga kesehatan.

“Karena apabila kekebalan tubuh berkurang, virus itu bisa jadi menyerang. Tetap jaga kesehatan dan kebersihan,” kata Bupati dalam siaran persnya, Sabtu (28/3) sore.

Dijelaskan, meski hasil rafid tes negatif, namun pasien akan tetap dipantau oleh pihak Dinas Kesehatan selama 14 hari ke depan. Hal itu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pasien tetap dipantau, kesehatan harus dicek dan tidak boleh ke luar rumah untuk sementara hingga yang bersangkutan dinyatakan benar-benar sembuh.  Pihak Puskesmas akan tetap memantau. Dan, pasien tersebut masih dalam pengawasan Dinas Kesehatan,” terangnya.

Masyarakat juga diimbau agar tidak kontak langsung dengan pasien sebelum kesehatan pasien benar-benar pulih.

“Karena suhu tubuh bisa berubah-ubah. Untuk itu Dinkes harus  memberikan vitamin terhadap setiap OPD maupun PDP. Pasien seperti itu harus serius ditangani dan dirawat,” imbau orang nomor satu di Pemkab Simalungun itu.

Melakukan Penyemprotan Disinfektan

Sementara Pangulu Nagori Bangun Pane Jhon Marulitua Lingga beserta perangkat desa termasuk Camat dan Satpol PP langsung menyikapi imbauan Bupati Simalungun terkait status PDP salah satu warga asal nagori tersebut, dalam menyikapi penyebaran Covid-19 di daerah itu.

Seperti melakuan penyemprotan disinfektan sepanjang jalan dan rumah-rumah warga dan rumah ibadah. Kemudian mengambil kebijakan-kebijakan bersama pengurus gereja dan Maujana setempat.

Di antaranya; Pesta adat ditiadakan hingga akhir Mei 2020, acara dukacita langsung dilaksanakan liturgi atau dikebumikan, serta acara adat dilaksanakan setelah akhir Mei 2020.

“Bila ada masyarakat Nagori Bangun Pane yang datang dari daerah terjangkit atau suspect covid-19 harus melapor ke Bidan dan pemerintah setempat dalam 1 x 24 jam, serta harus melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari,” kata Jhon Marulitua Lingga.

Kebijakan lainnya adalah setiap penjual bakso, kerupuk, mi, serta pemulung yang datang dari luar daerah Nagori Bangun Pane dilarang masuk. Kemudian segala kegiatan ibadah gereja untuk sementara ditiadakan, tetapi gereja tetap dibuka sampai akhir bulan Mei.

“Diimbau kepada orangtua agar memperhatikan atau mengawasi kegiatan anak masing-masing.  Keputusan ini bisa berubah bila situasi aman dari pemerintah pusat, dan diperpanjang bila situasi belum aman hingga batas waktu yang ditentukan,” jelasnya.

Sementara terkait warganya yang berstatus PDP, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan. Namun, warga diimbau untuk tidak panik tetapi harus waspada. Pengawasan juga dilakukan terhadap masyarakat khususnya warga yang masuk keluar dari Nagori Bangun Panei.

“Kita juga melakuan Social Distancing. Artinya, pembatasan sosial atau menjaga jarak adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonformasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (des/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button