Berita

PDP Corona di Madina Tinggal Satu Orang

FaseBerita.ID – Berdasarkan peta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) per Rabu 1 April 2020 pukul 15:00 WIB. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tinggal hanya satu orang. Sementara, yang Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 85 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Madina Drs Sahnan Pasaribu mengatakan, pasien yang berasal dari Kotanopan yang statusnya PDP dan dirawat di Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematang Siantar, kondisinya sudah membaik dan sehat.

“Pasien PDP yang di RS Djasamen Saragih kondisinya sudah sehat. Pasiennya sudah pulang ke Kotanopan,” kata Sahnan yang dikonfirmasi terkait pengurangan PDP di Madina, Rabu (1/4) sore.

Ditanya, apakah pasien tersebut dari hasil pemeriksaan positif gejala Virus Covid-19 atau enggak? Sahnan menerangkan bahwa pasien tersebut negatif Covid-19.

“Negatif hasilnya, pulang ke Kotanopan pada kemaren sore (Selasa red),” ujarnya dengan singkat.

Kemudian, Sahan juga menambahkan, untuk pasien yang PDP yang berasal dari Puskesmas Sinunukan kini sudah dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Kalau pasien PDP yang satu itu, sudah dirawat di RS GL Tobing,” sebut juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Madina itu.

RSUD Sidimpuan Rujuk PDP dari Madina ke RS GL Tobing

Senin (31/3) petang pukul 17.35 Wib, seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Mandailing Natal tiba di RSUD Kota Padangsidimpuan. Setelah tertahan selama lebih dari tiga jam, pasien laki-laki berusia 55 Tahun itu akhirnya dirujuk lagi ke RS GL Tobing, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Pasien yang diketahui berasal dari Kecamatan Sinunukan dan baru berperjalanan dari Brebes, Jawa Tengah ditetapkan sebagai PDP setelah mengeluh demam, batuk dan sesekali mengalami sesak pada pernafasannya. RSU Panyabungan tempat sebelumnya menerima ia sebagai pasien, kemudian merujuknya ke RSUD Padangsidimpuan.

Dengan ambulans berplat BB 505 R yang dikemudikan Muhammad Nasution dan didampingi seorang perawat, Iswardi. Keduanya mengenakan alat pelindung diri lengkap dengan baju hazmat dan kaca pelindung wajah.

Selama tiga jam, mereka menanti kepastian dari RSUD Padangsidimpuan, selama itu pula si pasien terkurung dalam ambulans. Sebab, ia menjadi momok bagi warga pengunjung serta petugas medis yang berada di RS yang telah ditetapkan sebagai rujukan dalam penangnan Covid-19.

“Kami kan dari sana tadi sudah telpon duluan, karena di sini (RSUD Padangsidimpuan) rujukannya. Iya, bawa saja jawaban dari sini, makanya kami kemari. Tapi inilah masih menunggu, bagaimana kalau gak bisa mungkin kami bawa balik lagi ke Panyabungan,” kata Iswardi, sebelum bertemu dengan direktur rumah sakit dr Tetty Rumondang Lubis.

Belakangan, pasien itu akhirnya diterima dengan catatan langsung dirujuk ke RS GL Tobing tanpa ada penanganan di RSUD Kota Padangsidimpuan. Alasannya kata Tetty, ruang isolasi yang sebelumnya sudah disediakan masih dalam proses rehabilitasi menyesuaikan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Ruangan Isolasi kita masih rehab. Perawat juga gak ada,” katanya.

Pasien itu pun akhirnya berangkat sebagai rujukan dari RSUD Kota Padangsidimpuan, menggunakan ambulans yang sama, dengan perawat dan supir dari rumah sakit tersebut. (Mag-01/san)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close