Berita

PDIP Restui Kerabat Jokowi dan Prabowo Ikut Pilkada: Bobby di Medan, Saraswati di Tangsel

FaseBerita.ID – PDI Perjuangan (PDIP) kembali mengumumkan rekomendasi pilkada gelombang ketiga kemarin (11/8). Ada 75 pasangan calon (paslon) yang diumumkan. Salah satunya adalah menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, yang akan bertarung di pilkada Kota Medan.

Pengumuman rekomendasi pilkada disampaikan secara virtual. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP Bidang Politik PDIP Puan Maharani menyampaikan pengumuman dan arahan dari kediaman mereka di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Sedangkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama pengurus lain memandu acara di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Rekomendasi dibacakan Puan Maharani. Satu per satu nama paslon disebut. Semua paslon yang mendapatkan rekomendasi mengikuti pengumuman secara daring dari daerah masing-masing. Ketika pengumuman dibacakan, mereka diwajibkan berdiri dan menunjukkan rekomendasi yang didapat.

Yang menjadi perhatian adalah menantu Jokowi, Bobby Nasution. Bobby bersama Aulia Rahman diusung PDIP dan Partai Gerindra pada pilkada Kota Medan. “Selamat bergabung ke PDI Perjuangan, Mas Bobby. Selamat atas kelahiran putra keduanya. Semoga berkah,” kata Puan.

Bobby akan berkompetisi dengan Akhyar Nasution yang diusung Partai Demokrat dan PKS. Akhyar sebelumnya adalah kader PDIP. Namun, dia dipecat dari PDIP karena menyeberang ke Partai Demokrat.

Bobby menyampaikan terima kasih kepada Megawati yang telah memberinya rekomendasi pencalonan pilkada.

“Kami akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, sekuat hati, dan segenap jiwa,” katanya. Bobby akan mengusung visi New Medan atau Medan yang baru, berbasis semangat kolaborasi yang berdasar pada ajaran gotong royong Bung Karno.

Semangat kolaborasi akan menguatkan gerak seluruh elemen partai untuk menciptakan New Medan. Kota Medan yang penuh keberkahan. Dia mengajak semua pihak untuk menjadikan pilkada sebagai momentum mewujudkan persatuan, harapan, dan momentum memenangkan seluruh kekuatan masyarakat.

PDIP juga mengumumkan nama Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang akan bertarung di pilkada Kota Tangerang Selatan. Rahayu merupakan keponakan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sebelumnya, Partai Gerindra juga mengeluarkan rekomendasi untuk Muhammad-Rahayu.

Megawati mengatakan, para calon kepala daerah harus menjadi seorang patriot sekaligus memiliki kemampuan dalam mengelola pemerintahan.

“Patriotisme adalah nasionalis, rasa kebanggaan. Lalu dedikasi. Itu yang saya tanyakan. Kamu mau jadi bupati, wali kota, gubernur, maunya apa? Mau cari duit?” ujar Megawati.

Menurut dia, pemimpin yang mumpuni adalah pemimpin yang kukuh dalam menjalankan Pancasila sebagai jiwa dasar dan tujuan seluruh kebijakan politik. Dia juga meminta para calon kepala daerah bisa menjadi pemimpin yang mengerti bagaimana seni memimpin birokrasi.

Bagi para calon kepala daerah yang belum berpengalaman, Megawati meminta mereka bekerja lebih keras untuk memahami tata pemerintahan. Mereka diharapkan tak malu bertanya mengenai perundang-undangan maupun hal lain. Menurut dia, partainya akan menyelenggarakan sekolah calon kepala daerah. Di sana, mereka akan diajari seni memimpin birokrasi, mengerti aspek perencanaan kebijakan, dan menjalankannya melalui kepemimpinan yang efektif.

“Ikuti sekolah partai itu dengan baik,” tegasnya.

Presiden kelima RI itu juga meminta setiap paslon menjaga soliditas. Dia tidak ingin ketika sudah terpilih, kepala daerah dan wakilnya justru ribut sendiri. “Sering kali kalau sudah jadi, malah lupa diri. Bukannya bekerja sama dengan solid, tetapi mulai pecah,” tutur dia.

Sementara itu, dalam pemberian rekomendasi kemarin, PDIP belum mengumumkan paslon yang akan bertarung di pilwali Kota Surabaya. Sekjen PDIP Hasto mengatakan, dalam politik harus melihat momentum, kalkulasi, kontemplasi, serta menyatukan alam pikiran dan alam rasa. Menurut dia, rekomendasi untuk Surabaya akan diumumkan pada gelombang keempat bersamaan dengan Bali dan rekomendasi untuk calon gubernur. Namun, dia enggan menyebutkan kapan rekomendasi gelombang keempat diumumkan.

Pengumuman rekomendasi pencalonan merupakan bagian dari strategi, kalkulasi, dan tidak lepas dari momen politik. Yang jelas, partai banteng akan menyiapkan kader terbaiknya untuk bersaing di pilwali Kota Surabaya. Terkait dengan nama Machfud Arifin yang sudah mengantongi delapan dukungan partai, Hasto menegaskan bahwa partainya akan berusaha menjaga Surabaya tetap menjadi basis suara PDIP. Para kader partai banteng akan kompak dan solid menjaga basis suara di Surabaya. “Apa yang sudah baik akan kami lanjutkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi menuturkan bahwa seluruh calon harus berupaya keras memenangi pilkada. ”Saya harap tidak ada yang sekadar mencalonkan. Harus menang,” tegasnya. Apalagi, DPP PDIP memasang target tinggi dalam pilkada di Jatim. Dari 19 daerah yang menggelar kontestasi, 13 harus dimenangi.

”Karena itu, persiapan paslon harus serius,” tandasnya.

Bentuk persiapan tersebut dengan membentuk tim. Ada tiga tim yang harus disiapkan, antara lain tim reguler yang berisi DPC, PAC, sampai anak ranting. Yang kedua tim kampanye. Terakhir tim emergency. ”Tim emergency bertugas mengelola isu,” jelasnya.

Terkait belum turunnya rekomendasi untuk Surabaya, Kusnadi menjelaskan, mungkin penetapan partai turun pekan depan. Diperkirakan 19 Agustus. ”Bareng Sidoarjo, Jember, Pacitan, serta Situbondo,” ungkapnya.

Surabaya memang menjadi perhatian DPP PDIP. Pasalnya, selama empat periode, Surabaya merupakan kandang banteng. Di setiap pemilihan wali kota (pilwali), calon yang diusung PDIP selalu menjadi jawara. Menurut Kusnadi, DPD sudah menyelesaikan tahapan persiapan pilwali Surabaya. Sebanyak 19 orang mendaftar di DPD PDIP Jatim. Mereka sudah melalui tahapan seleksi administratif, fit and proper test, hingga survei.

Sedangkan calon yang mendaftar lewat DPP PDIP adalah Eri Cahyadi. Eri saat ini menjabat kepala Bappeko Surabaya. Menurut Kusnadi, seluruh warga berhak mencalonkan dan dicalonkan. Meski demikian, keputusan tetap ada di DPP PDIP.

Hingga kini baru satu cawali Surabaya yang telah mendeklarasikan diri, yaitu Machfud Arifin. Mantan Kapolda Jatim itu diusung delapan parpol: PPP, PAN, PKS, Gerindra, PKB, Demokrat, Nasdem, serta Golkar. Sejak awal tahun Machfud telah berkeliling Surabaya. Menyambangi warga di kelurahan hingga tingkat RT/RW.

Koalisi parpol pendukung Machfud berpotensi makin gemuk. Sebab, dua hari lalu, PSI berkunjung ke kediaman Machfud. Diprediksi, dalam kontestasi pilwali nanti, PDIP bakal dikeroyok koalisi besar parpol. (jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button