Berita

PDIP Buka Penjaringan Calon Bupati Madina: Iskandar Hasibuan Ambil Formulir

MADINA, FaseBerita.ID – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuka tahapan penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Madina tahun 2020.

Penjaringan maupun pendaftaran tersebut dimulai tanggal 5 September hingga 14 September. Panitia penjaringan akan menerima pendaftaran mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Ketua tim penjaringan Syarifuddin Lintang mengatakan, penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Madina oleh PDIP ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

“Pendaftaran ini terbuka untuk umum. Siapapun yang ingin maju menjadi bakal calon dari PDIP kami siap menerimanya. Tentu saja nanti akan ada tahapan seleksi di partai, juga akan dilakukan survey,” kata Lintang.

Ia menerangkan, apabila dalam waktu pendaftaran yang ditentukan itu tidak ada yang mengembalikan formulir. Maka, tim penjaringan akan melakukan pleno apakah akan dilanjutkan masa pendaftaran atau sama sekali ditutup.

“Kita lihat saja dulu nanti, bila misalnya tidak ada yang mendaftar (mengembalikan formulir pendaftaran) maka panitia akan musyawarah. Bisa dilanjutkan masa penjaringan, atau bisa juga ditutup,” tambahnya.

Iskandar Hasibuan
Ambil Formulir

Begitu masa penjaringan pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dilakukan oleh PDIP, orang yang pertama sekali mengambil formulir adalah Iskandar Hasibuan, yang tidak lain adalah mantan Ketua PDIP Kabupaten Madina.

Ketua tim penjaringan Syarifuddin Lintang membenarkan Iskandar Hasibuan telah mengambil formulir pendaftaran.

“Iya benar, Pak Iskandar Hasibuan yang pertama kali mengambil. Kita tunggu saja kapan formulir tersebut dikembalikan, tentunya sebelum habis masa pendaftaran berkas formulirnya harus terisi dan dikembalikan kepada panitia. Sampai sekarang baru Iskandar (yang mendaftar),” katanya.

Terpisah, Iskandar Hasibuan menyampaikan tekadnya untuk maju di Pilkada Madina tahun 2020. Dan, salah satu partai politik yang diinginkannya adalah PDIP selaku partai yang pernah dipimpinnya dan pernah mengantarkannya menjadi anggota DPRD Madina periode 2009-2014 yang lalu.

Iskandar menyebut, motivasinya maju di Pilkada Madina adalah untuk melakukan perubahan menuju Madina yang lebih baik.

Karena, menurut pria yang lama berkiprah di dunia jurnalistik itu, pembangunan di Kabupaten Madina saat ini sangat jauh dari yang diharapkan masyarakat.

“Kita ingin melakukan perubahan, percepatan pembangunan seperti insfratruktur jalan yang merata, perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan. Karena, yang kita lihat saat ini sangat jauh dari yang diharapkan,” sebutnya.

Ia juga optimis, PDIP akan merestui dirinya yang akan maju di Pilkada Madina ini.

“Pastinya optimislah. Saya kan kader PDIP. Saya yakin pimpinan partai di provinsi maupun pusat pasti mengutamakan kadernya untuk diusung,” ujarnya.

Iskandar juga menegaskan ia siap maju di Pilkada Madina. Baik sebagai bakal calon Bupati maupun sebagai bakal calon Wakil Bupati.

“Dimana nanti posisinya (Bupati atau Wakil) saya serahkan ke partai. Karena PDIP kan pasti punya hitung-hitungan, apalagi jumlah kursi yang ada saat ini hanya satu kursi di DPRD Madina. Wajib koalisi dengan partai lain sehingga terpenuhi 8 kursi. Soal dana, itu relatif,” pungkasnya. (wan)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close