Berita

PD PAUS Siantar Bekerjasama dengan LPR Kelola Eks Terminal Parluasan

Pedagang Dikenakan Rp5 Ribu per Hari Biaya Kebersihan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS) memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, yakni PT Laksana Perkasa Romauli (LPR) untuk mengelola eks Terminal Parluasan atau Sub Terminal Agribisnis Kota Pematangsiantar.

Direktur Utama PD PAUS Bernhard Hutabarat menyampaikan, keputusan ini disampaikan di hadapan pelaku usaha di eks Terminal Parluasan, Kamis (6/2).

Amatan wartawan, kondisi eks Terminal Parluasan tampak kumuh. Jalan tampak becek dan penuh kubangan. Banyak kios yang belum selesai dibangun dari perjanjian. Eks Terminal Parluasan juga tampak sepi dan sangat bau.

Bernhard menjelaskan, ada berbagai pertimbangan pengalihan pengelolaan ke PD PAUS. Hal utama yang menjadi dasar pemutusan kerja sama karena selama ini vendor tidak melakukan kewajiban sesuai dengan kerja sama.

Piutang kontribusi yang belum disetorkan ke PD PAUS mencapai Rp6 miliar. Adanya pengutipan terhadap parkir dan bongkar muat yang tidak resmi.

PD PAUS telah melakukan upaya hukum untuk meminta kejelasan terkait kontribusi yang belum dibayarkan PT LPR.

“Sesuai dengan hasil rapat kita putuskan kerja sama. Ini sesuai petunjuk Walikota untuk mengoptimalkan seluruh aset PD PAUS. Jadi, ini adalah salah satu penyelesaian dari direksi-direksi lama. Artinya selama ini terbengkalai. Saya selaku Dirut, sudah kita ambil alih. Jadi, ini menjadi dampak positif bagi Siantar,” terangnya.

Bernhard berharap untuk ke depan akan diterapkan kutipan retribusi kebersihan sebesar Rp5 ribu setiap hari. Retribusi ini dapat mengubah kondisi terminal menjadi lebih bersih dan tertata rapi.

“Kita sudah minta dana kebersihan ke pedagang. Nanti ada petugas-petugas dari pihak mitra akan siaga 24 jam,” ujarnya.

Setiap pedagang akan diberikan karcis untuk kebersihan. Ia juga menyayangkan PT LPR juga belum membangun 238 kios. Hingga saat ini, PT LPR masih membangun 149 kios. Sehingga PD PAUS akan membangun sisanya.

“Untuk target ini sekarang sedang evaluasi pendataan. Ini justru banyak kutipan-kutipan yang tak jelas aliran uangnya ke mana. Kita sudah keluarkan karcis resmi, biar bisa menjadi data bagi kita berapa kontribusi yang diberikan,” ujarnya.

Seorang pedagang bermarga Purba mengatakan, dirinya terbebani dengan biaya kutipan kebersihan Rp5 ribu per hari. Katanya, selama ini, tidak ada kutipan kebersihan.

“Kami terbebani dengan kutipan ini. Terlalu besar bagi kami itu. Mereka bilang sudah sesuai penetapan kebijakan yang telah ditetapkan. Katanya kutipan-kutipan itu untuk perbaikan terminal ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (Mag-04)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close