Berita

Pasutri Tewas Tertabrak Angkot

MADINA, FaseBerita.ID – Isak tangis keluarga pecah begitu jenazah pasangan suami istri (Pasutri) yang meninggal akibat kecelakaan tiba di rumah duka di Lorong 6, Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina.

Informasi dihimpun, Selasa (17/9/2019) siang, Lahuddin Nasution (63) bersama istrinya Sahlan Rambe (58) baru pulang dari Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu. Pasutri ini hendak pulang ke rumah mereka usai mengambil makanan ternak.

Namun setibanya di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina sekira pukul 13.00 WIB, korban yang saat itu mengendarai sepedamotor Blade dengan nomor polisi B 6003 GXB bertabrakan dengan mobil angkutan umum (angkot) Anatra bernomor polisi BB 1872 RA. Akibatnya, kedua korban meninggal dunia.

Sebelum kejadian naas itu terjadi, dari arah berlawan datang angkot Anatra yang dikemudikan Rudi Faisal (22) warga Desa Mompang Jae Panyabungan Utara. Namun begitu tiba di Desa Bonan Dolok tepatnya di samping Masjid Raya, angkot Anatra terbalik sekaligus menabrak dan menimpa sepedamotor korban.

Lahuddin Nasution meninggal dunia di tempat kejadian (TKP). Sedangkan istrinya, Sahlan Rambe masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit Panyabungan. Namun tidak berapa lama, korban meninggal dunia.

Sementara, supir Anatra selamat. Tetapi dua penumpangnya yakni Muhammad Wafikrida (8 bulan) mengalami luka robek pada bagian kepala. Sedangkan Nida Wati (52) merasakan sesak pada bagian dada. Keduanya kini dirawat di Puskesmas Kecamatan Siabu.

Kasat Lantas AKP Herliandri membenarkan kejadian laka lantas itu.

“Kejadian ini sudah kita muat laporannya di nomor LP/0217/17/75/IX/2019/LL tanggal 17 September 2019. Barang bukti sudah kita amankan. Supirnya juga sudah diamankan,” ujar Kasat, Selasa (17/9/2019).

Sementara Irsan Efendi, cucu korban kepada wartawan mengaku terkejut mendengar kabar dukacita itu. Apalagi kondisi korban selama ini sehat-sehat saja.

“Kami terkejut mendengar info kalau Kakek dan nenek katanya mengalami kecelakaan. Apalagi kondisi kakek nenek selama ini sehat-sehat saja,” kata Irsan lalu mengatakan kedua korban selama ini bekerja sebagai petani dan memiliki delapan orang anak, tiga laki-laki dan lima perempuan.

Menurut Irsan, pagi itu kedua neneknya hendak menuju Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu, untuk mengambil makanan hewan peliharaan mereka.

“Nenek mau ke Huta Puli. Mereka mau ngambil keong di sawah untuk makanan itik. Nenek punya itik dan angsa sebanyak 20 ekor. Bahkan, paginya kami masih ketemu. Mereka baik-baik saja,” ujarnya lalu menangis.

“Beberapa anak nenek (udak dan bou, red) masih dalam perjalanan menuju kemari. Orang udak dan bou tinggal di luar daerah dan saat ini masih dalam perjalanan,” tambahnya.

Kedua korban disholatkan Rabu subuh di Masjid Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina. (Mag-01)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close