Berita

Pastor Cristian Lumbangaol: Gereja Mendorong Kaum Awam Maju Dalam Politik

FaseBerita.ID – Pastor Paroki St Fransiskus Jalan Medan Cristian Lumbangaol OFMCAP mengajak jemaat untuk menggunakan hak pilih pada pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar 17 April mendatang. Memahami pemilu dan esensinya, sangat penting dalam menentukan pilihan di dalam bilik suara.

Hal tersebut disampaikan Pastor Cristian Lumbangaol dalam acara sosialisasi Pemilu DPRD, DPR, DPD dan Pilpres yang digagasi Forum Komunikasi Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Siantar di Paroki St Fransiskus Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (7/3).

Dijelaskan Pastor Cristian, Gereja berkewajiban ikut memasuki dan menyempurnakan tata dunia dengan semangat injil. Maka orang-orang Katolik yang mahir dalam politik, jangan menolak untuk menjalankan urusan umum. Gereja mendorong kaum awam Kristiani untuk terlibat dalam kehidupan sosial terutama dalam bidang-bidang keluarga, kebudayaan, kerja, ekonomi dan politik, sesuai kemampuannya. Gereja juga terlibat dalam membangun negara, anti radikalisme dan terorisme. Menjaga Pancasila dari rongrongan radikalisme dan terorisme dan intoleran yang mengangkat isu SARA. Gereja Katolik berdialog dengan agama lain, meruntuhkan tembok pemisah dan membangun jembatan persahabatan dan persaudaraan.

“Tugas Hirarki dalam pemilihan umum, untuk menjaga umat tidak terpecah-pecah, dan menguatkan terhadap bahaya kampanye SARA. Mendorong kamu awam yang potensial untuk maju dalam bidang politik,”kata Pastor Cristina di hadapan ratusan jemaat yang hadir.

Gereja, lanjut Pastor Cristian, berkewajiban membangun manusia Katolik yang berkarakter dan berintegrasi agar bisa menjadi model. Basisnya adalah keluarga. Menghargai Pancasila sebagai Dasar Negara. Menghargai hukum yang berperan penting dalam revitalisasi Pancasila. Partisipasi politik umat Katolik yang signifikan melalui pikiran, perkataan dan perbuatan.

Sementara Aleksander Gultom dari Forum Komunikasi Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Sumatera Utara, menyampaikan pengenalan surat suara untuk DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan Pilpres.

Sementara Daud Simanjuntak, salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan tata cara pemilihan di tempat pemungutan suara.

“Pastikan nama terdaftar di TPS. Jika tidak ada, maka hingga 12 Maret, masih bisa melapor ke PPS, PPK. Akan dimasukkan ke daftar pemilih khusus. Menggunakan hak suara setelah Pukul 12.00 WIB,” kata Daud Simanjuntak.

Daud juga menjelaskan, surat suara untuk DPRD Kabupaten/ Kota berwarna hijau, untuk DPRD Provinsi warna biru, DPRRI berwarna kuning, DPD berwarna merah dan Pilpres berwarna abu-abu.

“Pastikan surat suara tidak rusak. Baru pastikan dicoblos dengan benar, cukup satu kali dalam kotak nama. Jangan sampai suara tidak sah karena salah dalam mencoblos,” kata Daud Simanjuntak.

Sementara Ketua FMKI Kota Siantar-Simalungun Hamson Sitanggang mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari kepedulian gereja untuk mencerdaskan jemaat tentang kepemiluan. Diharapkan partisipasi jemaat meningkat dan terpilih pemimpin yang benar-benar terbaik dan penuh kasih. (esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button