Berita

Passing Grade Tetap Acuan Kelulusan CPNS 2019

FaseBerita.ID – Pelamar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 harus lebih mempersiapkan diri. Sebab, panitia memutuskan tetap menggunakan acuan nilai ambang batas alias passing grade. Pengalaman tahun lalu, sangat sedikit pelamar yang berhasil lulus nilai ambang batas.

Rekrutmen CPNS baru terdiri atas beberapa tahap. Pertama, seleksi administrasi atau berkas. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Selanjutnya, pelamar yang dinyatakan lulus SKD melaju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB), baru kemudian dinyatakan lulus sebagai CPNS.

Nah, pelamar CPNS yang dinyatakan lulus SKD dan melaju ke tahap SKB harus berhasil mengejar passing grade. Perincian passing grade tahun lalu, materi ujian tes wawasan kebangsaan (TWK) 75 poin. Kemudian, tes inteligensia umum (TIU) 80 poin dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143 poin.

Tahun lalu pelamar yang berhasil lulus passing grade sedikit. Jauh di bawah kuota CPNS baru. Penentuan lulus SKD pun dimodifikasi.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menyatakan, tahun ini sistem passing grade tetap diberlakukan.

Hanya, ketentuan teknis dan besaran passing grade-nya belum ditetapkan. Dia menegaskan, ketentuan passing grade tes CPNS 2018 hanya berlaku tahun lalu.

Dia berharap calon pelamar mempersiapkan diri dengan adanya informasi bahwa panitia tetap menggunakan sistem passing grade. Khususnya pelamar yang tahun lalu sudah mendaftar CPNS dan nilainya tidak memenuhi.
Ridwan juga mengingatkan bahwa calon pelamar harus mengetahui secara detail informasi serta persyaratan formasi yang dituju.

Mantan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Eko Prasojo menyambut baik penggunaan passing grade dalam seleksi CPNS 2019. Terkait dengan potensi kelulusan yang sedikit, dia menilai sebagai hal wajar. Dengan kondisi seperti itu, rekrutmen CPNS bisa dilakukan dalam beberapa tahap sampai kebutuhan terpenuhi dengan tidak mengabaikan ketentuan nilai ambang batas. “Sebenarnya kalau mau merekrut best of the best, memang menggunakan passing grade,” katanya.

Menurut dia, awal-awal penerapan sistem passing grade memang bisa menghadapi masalah. Di antaranya, jumlah pelamar yang lulus sedikit. Namun, hal itu bisa jadi disebabkan sosialisasi yang rendah.

Sebelumnya disebutkan, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) resmi membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 11 November 2019. Sebanyak 152.286 formasi dibuka yang tersebar di pemerintah pusat hingga daerah.

“Pemerintah akan membuka 152.286 formasi dengan rincian, instansi pusat sebanyak 37.425 formasi dan instansi daerah 114.861 formasi pada 462 pemerintah daerah,” kata Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana di kantor Kemenpan RB, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Bima menjelaskan, Pemerintah membuka dua jenis formasi pada seleksi CPNS 2019 yakni formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus meliputi cumlaude, diaspora, dan disabilitas pada instansi pusat dan daerah. Serta formasi khusus putra-putri Papua dan formasi lainnya yang bersifat strategis pada instansi pusat.

“Formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya,” ucap Bima.

Tiga besar formasi pada penerimaan CPNS kali ini adalah guru sebanyak 63.324 formasi, tenaga kesehatan 31.756 formasi dan teknis fungsional 23.660 formasi. Seperti halnya pada penerimaan CPNS sebelumnya, setiap pelamar hanya dapat melamar pada satu formasi di satu instansi.

Dokumen yang perlu disiapkan pelamar, lanjut Bima, dapat diunggah ke dalam portal SSCASN di antaranya scan KTP asli, foto, swafoto, ijazah dan transkrip nilai asli dan beberapa dokumen pendukung lainnya yang dipersyaratkan oleh instansi.

“Dalam masa pengumuman ini, instansi yang membuka formasi CPNS 2019 diharapkan mempublikasikan pengumuman resmi pada situs web dan media sosial masing-masing,” terang Bima.

Menurutnya, bagi pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat seleksi administrasi diberikan waktu sanggah maksimal tiga hari pascapengumuman dan instansi diberikan waktu maksimal tujuh hari untuk menjawab sanggahan tersebut.

“Guna menghindari terjadinya ketidakpuasan dalam putusan hasil seleksi administrasi yang diterbitkan instansi, pelamar diimbau untuk mempersiapkan dokumen-dokumen dengan baik dan hanya mengunggah dokumen yang sesuai dengan persyaratan,” pungkasnya. (jp)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker