Berita

Pasca Rusuh Demo Ombnibus Law di Batubara, 7 Orang Ditetapkan Tersangka

FaseBerita.ID – Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka pasca rusuh aksi demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja (Omnibuslaw) di depan kantor DPRD Kabupaten Batubara pada Senin kemarin, hingga menyebabkan seorang polisi terluka.

Para tersangka ini ditetapkan karena telah cukup bukti atas kasus dugaan sebagai provokator dalam kerusuhan aksi yang digalang oleh kelompok buruh dan mahasiswa di Kabupaten Batubara tersebut.

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, dari 45 orang yang diamankan ada tujuh orang yang tetapkan tersangka dan dua orang wajib lapor. Sementara itu, sebagian dari mereka yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar dijemput orang tuanya.

“Telah diamankan 45 orang, yang mana ditetapkan tujuh orang tersangka,” ucapnya, Kamis (15/10).

Polres Batubara juga menyita beberapa barang bukti seperti pecahan batu, bendera dan tiga unit mobil jenis pick up. Sebelumnya, aksi anarkis mereka menyebabkan Kasat Sabhara Polres Batubara AKP BP Sinaga menderita luka robek di kepala. AKP BP Sinaga kini mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Sumut.

“Kami sampaikan bahwa korban AKP BP Sinaga dirawat di RS Bhayangkara Sumut akibat kejadian kemarin, kondisinya juga sudah semakin membaik,” ujarnya. Sembari menambahkan, ketujuh tersangka dikenakan pasal berlapis undang-undang nomor 6 tahun 2008 tentang karantina dan pasal 160 KUHP.

Sebelumnya, unjuk rasa Ampibi BB (Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh Batubara) yang sebelumnya berlangsung damai, Senin (12/10) kemarin, dan pada pukul 13.00 WIB menjadi ricuh setelah mereka tidak dapat bertemu dengan pimpinan DPRD.  Massa yang berada di belakang mobil komando diduga memicu kericuhan dengan melempar petugas menggunakan batu. Aksi itu memancing peserta lainnya.

Aksi hujan batu dari massa semakin panas karena diduga disambut lemparan dari arah halaman gedung DPRD.

Lemparan batu diduga dari massa mengenai kepala Kasat Shabara Polres Batubara AKP DP Sinaga yang saat itu tengah berjaga di sekitar pagar kantor DPRD.  Masa kemudian dapat dibubarkan setelah Polisi Anti Huru Hara menghalau mereka dan membubarkan kerumunan aksi dengan gas air mata. (per)





Back to top button