Berita

Pasca Penetapan Tersangka Bupati Labura 5 ASN Diperiksa, Termasuk Sekda

FaseBerita.ID – Lima orang saksi terkait kasus tindak pidana korupsi dan mafia anggaran dana alokasi khusus (DAK) untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) APBN-P dan APBN 2018, diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lantai II Aula Wira Satya, Mapolres Asahan, Rabu (11/11).

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri dalam release pers yang diterima wartawan menyebutkan pemeriksaan dilakukan oleh penyidik terhadap empat orang saksi di Polres Asahan. Namun amatan wartawan di lapangan lima orang masuk ke lantai dua aula Wira Satya Polres Asahan termasuk HS, sekretaris daerah Labura.

Informasi dihimpun sebelumnya Bupati Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah Sitorus (KSS) sehari sebelumnya ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka atas pengembangan kasus tindak pidana korupsi suap eks pejabat Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo dan Rifa Surya.

Dalam keterangan Jubir KPK menyebutkan empat orang ASN Pemkab Labura menjalani pemeriksaan diantaranya, SF Kadis Pemadam Kebakaran, MI Mantan Kabag Umum dan Perlengkapan, HWM Kadis Perhubungan, dan LAG, seorang ASN pada Pemko Medan.

HS, Sekretaris daerah Kabupaten Labura yang sempat dipersilahkan untuk shalat Ashar di Masjid Arif Al Azhim saat dikejar wartawan untuk diwawancara dimintai keterangannya soal pemanggilan dirinya ke Aula Mapolres Asahan enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Mengenakan baju putih celana cokelat, ia berjalan cepat kembali masuk ke lantai dua aula Mapolres Asahan mengabaikan cecaran pertanyaan dari wartawan.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait terhadap pemeriksaan saksi oleh penyidik KPK tersebut di Aula Mapolres Asahan. (per/esa)

iklan usi



Back to top button