Berita

Pasca Gejolak TNI-Polri di Pahae Jae, Pangdam I/BB: Warna Kita Merah Putih

FaseBerita.ID – Gejolak antara TNI Polri Di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi viral di kalangan masyarakat umum.

Pertikaian antara Kapolsek Pahae Jae dan Danki Batalyon 123 Rajawali Lapogambiri hingga melukai satu orang warga sipil yang berujung pada pengrusakan Kantor Polsek Pahae Julu.

Perbuatan yang tidak terpuji itu hingga membuat petinggi dua kesatuan angkat bicara sebagai bentuk mediasi untuk menciptakan kekondusifan.

“Saya mohon maaf, tidak ada kata selain minta maaf, inilah yang terbaik,” ujar Pangdam I/BB Mayjend TNI MS Fadhilah saat turun langsung ke Batalyon 123 Rajawali Lapogambiri, Minggu (1/3).

Baca juga: Bentrok Aparat di Pahae Jae: Enam Luka-luka, Kantor Polisi Rusak

“Pertama saya sangat marah dan kecewa atas kejadian yang memalukan ini. Kekecewaan saya ini karena anggota saya melakukan tindakan yang tidak terpuji. Kedua, saya sangat senang melihat kekondusifan yang masih terjaga hingga saat ini pasca terjadinya bentrok Danki 123 Rajawali dengan aparat kepolisian di Pahae Jae yang juga mencederai anggota Polres Tapsel, Kamis (27/2) kemarin. Kita diciptakan sebagai TNI dan Polri untuk menciptakan keamanan, bukan untuk membuat keributan. Walaupun konsepsi kita berbeda-beda,” kata Jenderal bintang dua itu,” tegasnya.

Dijelaskan Pangdam I/BB, kehadiran TNI dimanapun berdiri, dimanapun ditugaskan hanya untuk menjaga keamanan negeri ini.

“Saya tadi terkejut, ketika saya ditanyai anak-anak. Pak, ada tentara dan polisi berkelahi. Apa yang mau saya jawab, saya terpukul dengan perkataan itu. Adakah dalam benak sanubari saudara marwah satuan kita tercoreng hanya gara-gara berkelahi. Pahami, sampai urat nadi paling dalam, malu kita. Ini merupakan luka yang tidak perlu terulang lagi,” tegas Fadhilah.

“Ingatlah, dinas kita saja yang berbeda dengan Polri. Kalau masing-masing dada kita dibelah, warna kita pasti sama, merah putih. Kepada teman Polri, mari kita jaga hubungan yang baik, malu kita sama masyarakat bila kejadian serupa terjadi lagi. Mari kita jadikan pertemuan ini dihargai untuk didalami. Perbaiki hubungan agar tercipta suasana kondusif. Kepala boleh panas, hati harus tetap dingin. Tidak ada artinya mengedepankan emosi saat bertugas. Mari kita tunjukkan prestasi ditengah-tengah masyarakat. Saat ini anggota saya yang terlibat masih dalam tahap pemeriksaan. Kepada Danki yang baru agar terus mengontrol warga yang sakit, ini perintah,” pinta Pangdam.

Senada, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin mengajak seluruh aparat kepolisian untuk tetap menjaga kekondusifan Kamtibmas.

“Ini tidak boleh terjadi lagi, masyarakat ketawa melihat kita. Yang membenci negara ini juga ketawa melihat kita. Warna baju yang membedakan tugas kita. TNI bertugas  untuk keamanan negara,  Polri bertugas sebagai pengayom masyarakat,” ucap Martuani.

“Kita ini saudara di negara ini, kalau kita ribut, negara ini mau kita kemanakan. Marilah sama-sama menunjukkan prestasi untuk kemajuan negara yang kita cintai ini. Kepada Kapolres, Danyon 123 Rajawali, Dandim agar tetap eksis dan saling komunikasi. Kalau kita kuat, negara kita juga kuat. Saya juga mohon maaf atas kejadian ini,” kata Jenderal putra Pangaribuan itu.

Pantauan media ini, rombongan Pangdam I/BB Mayjend TNI MS Fadhilah dan Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin langsung meninjau Kantor Polsek Pahae Julu yang ikut menjadi sasaran emosi anggota Batalyon 123 Rajawali pascabentrok dengan aparat kepolisian Pahae Jae.

Dalam kunjungan kedua petinggi TNI AD dan Kepolisian di Sumatera Utara ini juga bertemu dengan warga yang ikut menjadi korban. Dalam kesempatan itu, Pangdam I/BB dan Kapoldasu memberikan tali asih kepada warga yang ikut menjadi sasaran pertikaian itu. (as/sr)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker