Berita

Parit Longsor Belum Ditangani, Jembatan Marjandi Embong, Simalungun Terancam Putus

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Parit di tepi jalan mengalami longsor, Jembatan Marjandi Embong di Dusun Marjandi Embong, Nagori Marjandi Embong, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun terancam putus, Minggu (8/9/2019).

Longsor disebabkan lantaran air hujan dari Kebun Sawit Perkebunan Marjandi menyatu dan meluap ke parit pembuangan air mengenai dasar tembok jembatan Marjandi.

Tak hanya jembatan yang terancam, juga rumah warga yang dikhawatirkan lebih parah lagi. Lantaran sebagian tanah halaman sudah ikut longsor.

Hal tersebut diutarakan Pangulu Nagori Marjandi Sahwan Purba saat diwawancarai di lokasi longsor, Minggu (8/9/2019) mengatakan bahwa longsor tersebut sangat memprihatinkan.

“Longsor ini pertama terjadi pada bulan Januari lalu semakin lama semakin melebar hingga kemarin longsor semakin parah sudah mengenai tanah halaman rumah, dan jembatan Marjandi Embong ini juga akan putus kalau tidak ada perbaikan segera dilakukan,” ujarnya.

Menurut Sahwan Purba, pihaknya sebelumnya telah melayangkan proposal kepada pihak PTPN IV, unit perkebunan Marjandi, namun belum juga ada realisasi.

Bahkan proposal juga turut dilayangkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun, akan tetapi DPBD Simalungun kurang menanggapi lantaran parit tersebut parit jalan Provinsi.

“Ke kebun Marjandi sudah masuk proposal kita juga ke Dinas BPBD Simalungun, tapi sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda perbaikan. Harapan kita supaya pihak kebun dapat merealisasikan permohonan proposal itu karena kalau hujan, air dari perkebunan sawit muaranya ke sini,” sebutnya.

“Kalau dibiarkan dua bulan ini, jembatan Embong ini bisa putus dan membahayakan masyarakat, saya kira Pemkab Simalungun mendesak PU Provinsi agar segera ditindak lanjuti. Kalaulah sekarang diperbaiki paling berbiaya Rp200 Juta, tetapi kalau rumah warga longsor dan jembatan sudah putus akan menelan banyak anggaran,” tandasnya.

Sekretaris BPBD Simalungun Manaor Silalahi saat dikonfirmasi via seluler menerangkan bahwa pihaknya telah menerima proposal pangulu tersebut.

“Proposalnya memang sudah kita terima, tetapi parit itu kewenangan Provinsi karena itu masuk dalam areal pemeliharaan jalan Provinsi, itu harus ke Provinsi atau ke BPBD Provinsi. Kalau kita kerjakan, nanti jadi temuan, itupun sudah kita surati Provinsi, tapi responnya belum ada,” katanya. (mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button