Berita

Panitia Hak Angket Kecewa, Walikota Siantar Diduga Perlambat Penyelidikan

FaseBerita.ID – Panitia Hak Angket mengaku kecewa terhadap Walikota Siantar Hefriansyah lantaran diduga berupaya menghilangkan barang bukti penyelidikan yang diminta DPRD.

Ketua Panitia Hak Angket Hj Rini mengatakan, hingga Senin (17/2), pihaknya sudah mulai dalam tahap pengumpulan data dan sudah membuat redaksi di DPRD dalam penyelidikan. Bahkan surat sudah disampaikan kepada walikota dan pemanggilan akan dilakukan mulai tanggal 19-22 Februari 2020.

“Yang menjadi kendala adalah data yang kami sampaikan ke Walikota secara resmi belum juga diberikan. Kita sudah dua kali menyurati. Pemanggilan pertama tanggal 4 Februari dan kedua tanggal 8 Februari 2020. Apabila Walikota nantinya menghalang-halangi penyelidikan hak angket, kami berpendapat bahwa Walikota berupaya menghalangi apa yang kami butuhkan. Kami menduga, dia berupaya menghilangkan barang bukti,” ujarnya sembari mempertanyakan apa alasan Walikota tidak mau memberikan data yang diminta panitia Hak Angket.

Pihaknya menilai, Walikota sepertinya berupaya menghalang-halangi penyelidikan. Sebab, saat ini pihaknya sudah mulai dalam penyusunan data-data yang dibutuhkan panitia.

“Kami berpendapat, dalam hal ini ada indikasi menghilangkan barang bukti. Karena menurut para pegawai setiap OPD yang telah kami hubungi menjawab menunggu instruksi dari walikota. Ada apa itu?” ujarnya mengatakan, data-data yang diminta tersebut supaya nantinya mempercepat penyelidikan.

Dengan tidak diberikannya data-data tersebut, tambah Rini, Walikota dinilai berusaha menghalangi atau menyembunyikan apa yang diminta panitia Hak Angket.

“Kami menduga ada yang disembunyikan. Bedgitupun, kami tidak akan berhenti. Kami tetap bekerja. Sebenarnya kami sudah punya data itu, tapi kami ingin mengkroscek datanya saja apakah benar atau tidak. Makanya kami meminta ke pemko secara resmi,” terangnya.

Dia menegaskan, pada pemanggilan nantinya, Walikota diharapkan hadir.

“Seandainya data dimaksud belum dikasih, kita akan tetap koordinasi kepada Ketua DPRD Siantar. dan akan menyurati untuk ketiga kalinya. Bika tidak diberikan juga, kita akan berkordinasi dengan pimpinan apakah akan meminta bantuan polisi,” sebutnya.

Wakil Ketua Panitia Hak Angket Ferry Sinamo juga mengaku heran kenapa Walikota tidak memberikan data yang mereka minta.

“Apa rupanya yang ditutupi Walikota. Karena data yang kita minta pun, data yang sudah pernah dikeluarkannya. Jadi apa alasannya tidak memberikan itu? Ada apa ini sebenarnya?” kata Ferry.

Ditambahkan Suandi Apohman Saragih, panitia Hak Angket lainnya. Ia mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Otonomi Daerah (Otda) Provinsi, Direktur Otda Nasional, KASN, BPK, dan Kemendagri.

“Kita sudah berkomunikasi dengan mereka dan datanya sudah ada sama kita. Persoalannya sekarangkan adalah tinggal dari Pemko Siantar saja, yakni data resminya,” tambahnya.

Sayang, ketika hal itu ditanyakan kepada Plt Sekretaris Daerah Siantar Kusdianto mengaku belum bisa memberikan data sesuai apa yang diminta panitia Hak Angket.

“Langsung saja ke Walikota ya. Kami dapat petunjuk dari beliau agar tidak memberikan statmen apapun terkait Hak Angket,” ujarnya singkat. (Mag 04)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker