Berita

Palsukan Tandatangan, Mantan Teller BRI Syariah Dibui 5 Tahun, Denda Rp10 M

SIANTAR, FaseBerita.ID – Setelah mengikuti rangkaian persidangan, akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar menjatuhkan vonis terhadap mantan teller BRI Syariah, Adelia Zuhry selama 5 tahun penjara, denda Rp10 miliar dengan subsider 3 bulan.

Menurut Hakim Ketua Fhytta Imelda Sipayung SH didampingi Hakim Anggota Nuzuli SH dan Rahmat SH, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 63 (1) huruf a Undang- Undang No.21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah Jo pasal 64 (1) Jo pasal 65 (1) KUHP.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Selamat Riady SH, yakni selama 8 tahun denda Rp10 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan.

Usai putusan dibacakan, terdakwa bersama suami dan orangtuanya langsung dibawa ke dalam ruang tahanan.

Terdakwa menolak diwawancarai wartawan. Demikian juga suami dan orangtuanya, tidak satu pun yang mau memberikan pernyataan terkait putusan tersebut.

Perbuatan terdakwa terungkap pada bulan September 2018, dimana terdakwa sebagai pegawai sebagai teller di BRI Syariah.

Sofyian, sebagai Pimpinan Cabang BRI Syariah Pematangsiantar mendapat laporan dari Arif Hidayat dan Nina Kartika Sinaga bahwa terdakwa telah melakukan penyelewengan dengan mengambil uang nasabah bank.

Dengan cara terdakwa memalsukan tandatangan nasabah untuk menarik uang tabungan atas nama Faidah sebesar Rp236.700 dan dari tabungan haji sebesar Rp275.650.000.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya terdakwa dilaporkan ke polisi hingga kasusnya bergulir di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. (ros)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close