Berita

Pak Kepling Selamatkan Ibu, Istri dan Anak dari Kobaran Api

FaseBerita.ID – Imam Hidayat Nasution (32) baru terlelap sekitar setengah jam, pada pada Selasa (4/8). Tiba-tiba, ia dibangunkan istrinya Nur Atikah Lubis (21), sekitar pukul 02.15 dini hari.

Sang istri membangunkan Imam lantaran merasa ada sesuatu seperti getaran telah terjadi di dalam rumahnya, awalnya itu dikira gempa.

Imam pun kemudian keluar dari kamar itu untuk memastikan kegelisahan dari sang istri. Setelah keluar dari kamar, Imam pun melangkahkan kakinya ke arah pintu depan rumah.

Rumah semi permanen beratap kayu ini milik ayahnya almarhum Mulhim Nasution ditempati oleh Imam dan istri serta seorang buah hatinya yang masih berumur 1 tahun 6 bulan. Di rumah itu juga tinggal ibunya Hj Roslia (64) yang saat ini kondisinya sedang sakit.

Rumah yang berada di Gang Abadi Kelurahan Kayu Jati Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina, tak jauh dari lokasi Polsek Panyabungan dan markas TNI Koramil 13 Panyabungan, pada Selasa (4/8) dini hari itu mengalami musibah kebakaran.

Imam yang sehari-harinya bekerja sebagai honorer staf di Sekolah SMAN 1 Panyabungan tiba-tiba mendadak terkejut ketika hendak membuka pintu depan rumah melihat asap keluar dari ventilasi lubang bangunan warung miliknya di dalam rumahnya itu.

Imam yang juga seorang Kepala Lingkungan (Kepling) setempat menyulap bekas ruang kamar yang berada di posisi depan pintu masuk ke rumahnya menjadi tempat jualan seperti rokok dan jajan-jajanan ringan.

“Itu jadi warung dibuat belakangan, di dalamnya masih ada barang-barang dagangan ringan, ada juga rokok. Kita jualan kecil-kecilan. Saat malam itu mau buka pintu saya lihat dari ventilasi lubang ada asap yang keluar,” kata Imam.

Imam pun kemudian bergegas balek ke kamarnya untuk memberitahukan sang istri agar keluar dari kamar. Sang istri dan anak pun berhasil keluar dari rumah itu dengan selamat.

Ia pun kemudian masuk lagi ke dalam rumah untuk menyelamatkan sang ibu Hj Roslia yang masih berada di dalam kamarnya tertidur sendirian. Sementara istrinya saat bersamaan berteriak meminta tolong sekaligus dengan memukul-mukul tiang listrik dekat rumah dengan batu agar warga sekitaran berkeluaran.

Tak lama, warga sekitaran pun berkeluaran, dan Imam pun telah berhasil mengeluarkan sang ibu dari dalam rumah tersebut.

Saat itu, Imam kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil ember yang berisi air dari dalam bermaksud mencoba memadamkan api. Namun, api yang perlahan-lahan menjalar dari atas sekejap saja menghabisi atap rumahnya yang terbuat dari kayu itu.

Warga setempat bersama sejumlah TNI-Polri bersama dua unit mobil pemadam kebakaran yang tak lama tiba ke lokasi berjibaku memadamkan si jago merah. Dan api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.15 WIB.

“Setelah ibu saya keluar dari dalam rumah, kan kondisinya warga belum terlalu ramai, saya masuk lagi ke dalam rumah. Saya mikirnya api ini masih kecil, pikirku juga masih ruang warung ini saja yang hanya terbakar. Namun, ternyata api sudah menjalar cepat dari atas dan saya keluar dari dalam rumah melalui pintu belakang,” cerita Imam.

Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi Lubis membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan untuk penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa namun korban material diperkirakan sekitar Rp200 juta.

“Korban jiwa nihil, untuk korban material diperkirakan sekitar Rp200 juta. Penyebeb kebakaran dan sumber api masih dalam tahap penyelidikan,” kata Andi.

Imam mengharapkan sedikit bantuan dari berbagai pihak dermawan dan khususnya Pemkab Madina. Imam menyebut barang berharga seperti dua unit sepeda motor miliknya jenis MX dan Mio Soul juga ikut terbakar. Tak ada benda material lainnya yang bisa diselamatkan dari musibah kebakaran tersebut.

“Cuma bisa menyelamatkan diri, apinya begitu cepat menjalar menghabisi benda-benda material seisi rumah. Saat ini ibu, istri dan anak saya mengungsi ke rumah abang di sekitaran sini,” tutur Imam yang tampaknya berusaha tegar akan musibah yang menimpanya itu. (Mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button