Berita

Pak Dewan… Hujan 15 Menit Saja, Sudah Banjir!!

SIANTAR, FaseBerita.ID – “Setiap hujan deras 15 menit saja, di sini sudah banjir. Apalagi kalau sampai berjam-jam. Air langsung masuk ke warung dan rumah,” keluh Nainggolan, warga kawasan Simpang Dua Pematangsiantar saat Komisi 3 DPRD Pematangsiantar meninjau lokasi yang sering banjir, Kamis (31/10/2019) sore.

Anggota Komisi 3 DPRD Pematangsiantar Astronout Nainggolan mengatakan, mereka langsung meninjau ke lokasi saat hujan turun.

“Kita turun ke lapangan ya harus pas hujan, agar kita tau penyebabnya dan tau apa titik permasalahannya sehingga wilayah tersebut sering banjir,” ujarnya.

Astronout mengatakan, ternyata pengalihan atau pembuangan air belum diarahkan ke tempat yang benar. Dimensi aliran sudah tidak mencukupi dan perlu diperbesar.

“Setelah kami ke sana kemarin, kami melihat ada dari dua arah yang bertemu di satu titik, yakni dari arah Parapat dan dari Raya dan bermuara persis di depan Jembatan Timbang, dan di arahkan ke arah Matio,” terang Astronout, Jumat (1/11/2019).

Berdasarkan pengamatannya, seharusnya dilihat kondisi kemiringan jalan, yang cocoknya diluruskan. Jika dipertahankan mengikuti jalur yang lama ke arah Matio, itu sudah kawasan perumahan penduduk.

“Yang sempat diviralkan di video di media sosial itu banjirnya memang tidak terlalu tinggi, sebatas mata kaki. Namun sudah berlangsung lama. Memang dulu tidak sering banjir karena dulu persawahan. Kalau persawahan masih menampung air hujan. Tapi sekarang sudah banyak pemukiman warga, sehingga pembuangan air langsung ke drainase,” terangnya.

Ditambahkannya, sejauh ini titik-titik rawan banjir yang laporannya telah masuk ke Komisi 3 DPRD Pematangsiantar, antara lain Jalan Patuan Anggi, Jalan Medan, dan lainnya.

“Ada beberapa masalah yang mengakibatkan banjir, yaitu adanya penduduk membuang sampah ke selokan, dan ada pendangkalan saluran akibat penumpukan sedimen sehingga saluran menjadi dangkal,” terang Astronout.

Dari segi kontur tanah di Pematangsiantar yang tidak rata, seharusnya drainase lancar.

“Untuk mencegah ini semua perlu peran serta pemerintah, terutama camat dan lurah untuk memantau. Sebenarnya untuk drainase yang di Simpang Dua adalah wewenang Dinas PU Provinsi Sumut. Tapi ini akan kita bahas di Komisi 3 DPRD Pematangsiantar dan memberitahukan ke Pemerintah Provinsi Sumut,” tukasnya. (mag-04)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker