Berita

Orangtua Tak Beri Uang, Pria Gangguan Jiwa Bakar Rumah: 6 Rumah Ikut Terbakar

FaseBerita.ID – Hanya karena tak diberi uang oleh orang tuanya, Sanggam Hutagalung (40) nekad membakar rumah sendiri. Akibatnya, selain rumah dua pintu milik orang tua pelaku terbakar, empat pintu rumah tetangganya ikut dilalap api. Jadi, total rumah yang terbakar enam pintu.

Adapun keenam rumah yang terbakar yakni, milik Raima boru Tobing  (87) satu pintu, rumah orang tua pelaku, dan rumah Pima Lumbantobing (45) ludes terbakar dan rata dengan tanah, rumah Bernat Lumbantobing (84) dan rumah Oloan Lumbantobing (50) setengah terbakar (rusak berat). Sedangkan dua rumah lagi milik Jontan Lumbantobing (75) dan Harada Tobing (75) mengalami rusak ringan.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kebakaran ini terjadi, Senin (30/3) sekira pukul 09.00 WIB, di Huta Lumban Panopa Desa Parbubu II Kecamatan Tarutung.

“Dari hasil penyelidikan kita di lapangan, pelaku yang berusia (40) itu membakar rumah tersebut karena  sedang sakit atau mengalami gangguan jiwa. Dan orang tua pelaku RT juga mengakui hal tersebut. Dan beberapa tahun yang lewat pelaku sudah pernah dipasung namun dilepas kembali,” terangnya.

Dijelaskan, sebelum membakar rumah, pelaku meminta uang namun tidak diberikan orang tuanya karena setiap hari selalu begitu saja (minta uang). Akibat tidak diberikan permintaannya, pelaku mengambil mancis dan membakar kain yang ada di rumah, sehingga api menjalar dengan cepat dan membakar rumah yang kemudian merembet ke rumah tetangga.

Setelah rumah terbakar, pelaku pun melarikan diri. Orang tua pelaku yang sudah tua tak mampu memadamkan api, dan dia (orang tua pelaku) meminta pertolongan warga lainnya. Kondisi rumah yang terbuat dari setengah papan (semi permanen), membuat api cepat menjalar dan membesar. Warga yang mencoba memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, tak mampu berbuat banyak.

30 menit berlalu, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran, dan api pun bisa dijinakkan. “Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil di perkirakan Rp500 juta,” terang Baringbing. Saat ini, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan pelaku. (as/ahu)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button