Berita

Orangtua Harap Kapolres Sidimpuan yang Baru Ungkap Kasus Kematian Jihan

FaseBerita.ID – Sudah empat bulan berjalan sampai hari ini, Senin (10/2), kasus kematian Jihan Aira Maritsa Gozali, bocah enam tahun yang meninggal karena racun itu, belum juga jelas ujungnya.

Orangtuanya berharap, Kapolres Kota Padangsidimpuan yang baru menjabat ini bakal dapat menuntaskan kasus kematian anaknya itu.

Noni Fransiska Nasution, ibunda Jihan, menuturkan bila sampai hari ini ia dan keluarga sangat berharap polisi bekerja profesional dan terbuka dalam menjalankan proses pengungkapan siapa pelaku penyebab kematian anak semata wayangnya itu. Atas nama keadilan.

Mulanya, pada Kamis 10 Oktober 2019 lalu, anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak itu dibawa oleh sang suami, Kimsin ke rumah pertamanya yang juga ditinggali istri pertama Kimsin, NW di Jalan Pejuang 45 Nomor 33 Kota Padangsidimpuan. Selain NW, ada seorang pekerja rumah tangga, Azr dan kini telah diberhentikan.

Dalam rumah sekaligus lahan usaha berbentuk rumah toko berlantai tiga itu, Jihan dan seorang teman sebayanya Clr diberi makanan kacang dan es krim oleh NW. Sementara Kimsin telah beranjak sebentar ke gudang usahanya.

Beberapa saat kemudian, Jihan mengeluh sakit tenggorokan, batuk dan menangis. Kimsin pun dihubungi oleh NW dari rumah itu. Oleh Kimsin, Jihan yang merupakan anak satu-satunya dari pernikahan Kimsin dengan Noni itu, dilarikan ke RS Metta Medika Kota Padangsidimpuan. Tak lama berselang, bocah bermata sipit itu menghembuskan nafas terakhir.

Noni pun mendesak Kimsin agar melakukan otopsi. Karena merasa janggal, dan selama ini merasa tak pernah ada penyakit pada anaknya. Tubuh anak itu pun dibawa ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Kota Padangsidimpuan, dilakukan visum et repertum. Di sini, masih ada cairan putih dan berbentuk darah menggumpal keluar dari bagian hidung tubuh anak itu.

Dua pekan berselang setelah otopsi di RS Dr Djasemen Saragih, dokter yang melakukan bedah, dr Reindhard Hutahaean menyatakan bila kematian Jihan lebih disebabkan racun. Hasilnya kemudian kata polisi akan kembali diuji ke Pusat Laboratorium Forensik Polri.

Selain hasil medis itu, kebetulan di rumah NW juga ada CCTV. Namun belakangan, polisi mengaku belum bisa membuka server penyimpanan data rekaman. Dan telah diberikan pada ahli IT di perguruan tinggi negeri di Kota Medan.

“Inilah harapannya (dituntaskan secara jujur dan adil), tapi tak pernah ada kelanjutannya dari polisi. Dengar-dengar, CCTV sudah terbuka. Aku diam, mereka juga diam,” kata Noni.

Noni juga sudah berulang kali mendatangi Markas Polres Kota Padangsidimpuan, tujuannya menagih kinerja dan perkembangan sampai di mana kasus kematian anaknya itu, di Satuan Reserse Kriminal.

“Harapannya cepat dituntaskan, dapat keadilan untukku, untuk anakku,” pungkasnya, yang resah kasus ini bakal membeku seiring waktu. (san)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close