Berita

Orang Gila Ngaku Digaji Rp200 Juta Ambil Organ Tubuh Anak

FaseBerita.ID – Warga Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, dihebohkan isu seorang lelaki berpura-pura gila, disuruh dan kabarnya digaji Rp200 juta untuk mengambil organ tubuh anak-anak.

Bermula, saat salah seorang warga Batu 4, Kecamatan Siantar melihat lelaki membawa seorang anak, namun anak tersebut berteriak.

Selanjutnya warga tersebut memberitahukan kepada seluruh warga dan melakukan pengejaran, tak berapa lama, pria berambut ikal, tidak menggunakan baju itu ditemukan di sebuah warung.

Setelah ditanyai, akhirnya pria tersebut mengakui disuruh dan digaji Rp200 juta. Mendengar pengakuan itu, warga sekitar langsung menangkap dan menyerahkan lelaki tersebut ke Polsek Bangun untuk diselidiki.

Kapolsek Bangun, AKP Banuara Manurung saat dikonfirmasi via selulernya, Rabu (26/3/2020) menjelaskan bahwa issu tersebut adalah hoaks.

“Memang dia orang gila, karena 2 orang dokter dari Puskesmas melakukan tes kesehatan menyatakan memang dia orang gila,”jelasnya.

AKP Banuara Manurung menerangkan dari hasil penyelidikan, keterangan dari saksi-saksi mengatakan bahwa tiga bulan yang lalu, saksi-saksi melihat lelaki tersebut lalu lalang, berkeliaran di jalan Asahan.

“Bahkan ada masyarakat mengusir lelaki itu karena mengencingi pagar rumah warga. Jadi tidak betul itu digaji Rp 200 juta untuk mengambil organ tubuh anak-anak,”terangnya.

Masih AKP Banuara Manurung mengatakan bahwa orang gila tersebut tak bisa ngomong dan tidak diketahui identitasnya sehingga pihaknya masih menunggu Dinas terkait untuk melakukan rehabilitasi.

“Kita tidak tau siapa namanya, alamat dan keluarganya, ngomong pun nggak bisa, saat ini dia masih di sel tahanan, besok kita menunggu Dinas terkait apakah terduga dibawa ke rehabilitasi atau bagaimana,” ucapnya.

AKP Banuara Manurung menghimbau masyarakat agar jangan percaya dengan berita-berita hoax yang meresahkan masyarakat.

“Himbau kepada masyarakat, issu itu tidak benar, jangan percaya dengan berita-berita hoax yang meresahkan masyarakat, walaupun demikian tetap waspada tetap selektif untuk kejahatan terhadap anak-anak,” pungkas perwira balok tiga emas dipundaknya itu. (mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button