Berita

Operasi Patuh Toba 2019 di Madina: Pelanggar Terbanyak Tidak Pakai Helm SNI

MADINA, FaseBerita.ID – Hingga Rabu (4/9/2019) pelanggar terbanyak pada Operasi Patuh Toba 2019 yang digelar di Mandailing Natal (Madina) adalah pengendara tidak menggunakan helm SNI.

Kasat Lantas AKP Herliandri mengatakan, dalam Ops Patuh Toba kali ini pihaknya menurunkan sebanyak 64 personel yang akan ditempatkan di seluruh kawasan wilayah hukum Polres Madina. Pihaknya akan mengedepankan tindakan preventif dan represif saat dalam penindakan.

Ops Patuh Toba yang berlangsung sejak Kamis (29/8/2019) lalu, pelanggar kendaraan sepedamotor masih mendominasi.

Untuk kategori pelanggaran didominasi kategori sasaran tidak menggunakan helm SNI.

Hal itu berdasarkan data yang dibagikan pihak Lantas Polres Madina ke dalam group Whatshaap wartawan yang diberi nama group Media Kamseltibcar Lantas.

Diketahui, hingga Selasa (3/9/2019), jumlah kendaraan yang ditilang sudah sebanyak 90 kasus. Dan yang diberikan teguran ada sebanyak 19 kasus.

Dari 90 kasus kendaraan yang ditilang, ada 46 kasus dikarenakan pengendara tidak menggunakan helm SNI. Sedangkan 43 kasus lainnya karena pelanggaran lain-lain.

Diketahui dalam Ops Patuh Toba ini ada delapan sasaran prioritas yakni, pertama menggunakan handphone saat mengemudi, mengemudi dalam keadaan mabuk atau mengkomsumsi narkoba.

Ketiga tidak menggunakan helm SNI, keempat mengendarai diluar batas kecepatan.

Kelima dan keenam melawan arus mengemudi dan mengemudi di bawah umur.

Sedangkan untuk ketujuh dan kedelapan tidak menggunakan sabuk pengaman atau safety belt saat mengemudi dan menggunakan lampu rotator atau strobo.

Salah satu warga mengatakan belum mengetahui apa perbedaan penggunaan helm SNI dengan yang bukan helm SNI.

Ia berharap agar pihak Polres Madina memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait mengapa harus helm SNI dan mengapa ada helm yang tidak SNI.

“Masih binggung yang mana helm SNI dan mana yang tidak. Kalau menurut saya semua helm itu kan sama,” ujarnya. (Mag-01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button