Berita

Ompung Pelaku Cabul Masih Diburu

FaseBerita.ID – Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA-red) Polres Siantar Ipda Tina Nainggolan mengatakan, hingga saat ini, terduga pelaku pencabulan cucunya sendiri berinisial MH alias Pelor (60) masih diburu polisi.

“Pelakunya belum dapat. Kita mesih melakukan pengejaran,” ujarnya, Senin (24/2) melalui pesan WA yang dilayangkan wartawan.

Perbuatan pelaku terungkap baru-baru ini. Kakek berusia 60 tahun warga Kecamatan Siantar Timur ini dilaporkan karena tega menggauli cucunya sendiri sebut saja namanya Bunga (12), nama samaran.

Informasi dihimpun, perbuatan itu dilakukan pelaku di warung tuak miliknya atau berkisar 300 meter dari rumahnya.

TM (30) salahsatu keluarga korban kepada wartawan mengatakan, kejadian memalukan itu terungkap Januari lalu, setelah korban minta ikut pulang ke perantauan bersama Ayah kandungnya.

Kebetulan, Januari 2020, orangtua Bunga pulang merantau ke rumah orangtuanya (pelaku, red) di Pematangsiantar.

Baca sebelumnya: Sering Dicabuli Ompung, Anak Curhat ke Orangtua

Saat itu korban merengek minta ikut bersama orangtuanya.

“Pak, aku ikutlah pulang. Jangan di tempat oppung Pelor lagi,” kata Bunga saat itu.

Bapak korban kemudian menanyakan Bunga kenapa dia tak mau lagi tinggal bersama pelaku.

“Saat itu Bapaknya nanya, kenapa nak? Terus dijawab korban ‘Kalau di sini, di tiduri oppung aku terus-terusan,” terang TM.

Awalnya, sambung wanita berkulit sawo matang itu, pihak keluarga sempat melakukan mediasi internal keluarga saat berkumpul di acara Tahun Baru-an apakah pelaku benar-benar melakukan itu atau tidak. Namun, pelaku tidak mengakuinya.

Oleh keluarga kemudian membawa korban ke puskesmas untuk pemeriksaan atau visum. Ternyata benar. Hasil visum menyatakan kalau korban positif digauli pelaku.

Tidak terima korban diperlakukan seperti itu, keluarga kemudian sepakat melaporkan pelaku ke Polres Pematang Siantar, dengan nomor laporan: STTPL/60/II/2020 ditanda tangani oleh Aiptu Darwin Siregar.

Menurutnya, kejadian itu diduga dilakukan pelaku sudah berulangkali. Apalagi selama ini korban tinggal dengan pelaku.

Sejak usia 4 tahun, korban memang sudah ikut pelaku. Sudah puluhan tahun mereka tinggal bersama. Sementara Ibu kandung korban tidak diketahui keberadaannya karena ibu bapak korban sudah lama pisah ranjang.

Sedangkan kedua adiknya, kadang tinggal bersama pelaku, kadang bersama keluarga lainnya, saat ayah korban pergi merantau.

“Kebetulan bapak korban merantau. Jadi, dia (korban, red) tinggal bersama oppungnya. Karena ibunya juga sudah lama pisah. Ngak tau dimana sekarang. Kadang kedua adek korban tinggal sama saudaralah. Ganti-gantian,” bebernya.

Korban sendiri anak pertama dari tiga bersaudara. “Sementara korban memiliki keterbelakangan mental, makanya dia tidak sekolah,” ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan beberapa warga sekitar. Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pelaku saat ini sedang dicari-cari polisi.

“Semalam sore ada sekitar puluhan anggota kepolisian datang kemari. Katanya mau menangkap pelaku. Tapi pelaku berhasil melarikan diri,” kata mereka.

Warga sempat melakukan pencarian terhadap pelaku. Namun tidak berhasil. Sementara korban saat ini masih dalam perlindungan keluarga.

Kabag Humas Polres Pematang Siantar Iptu Rusdi Ahya membenarkan adanya laporan itu.

“Benar. Bahkan personel kita sudah turun ke lapangan untuk menangkap pelaku. Tapi pelaku sudah melarikan diri,” kata Iptu Rusdi Ahya, Jumat (21/2). (Mag-03/des)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker